Situbondo, Bhirawa – SDN 5 Dawuhan, Kecamatan Situbondo, kembali menggagas program inovasi baru bernama KASI IBU (Etika Literasi Siswa dan Budi Pekerti Bahasa Ibu). program inovasi ini siap direalisasikan tahun 2026 dengan dipimpin langsung Ummul Kamilah, SPd MPd, bersama tim inovator SDN 5 Dawuhan, Kecamatan Situbondo.
Menurut Ummul Kamila, SPd, MPd, perkembangan teknologi digital yang kini tumbuh pesat telah melahirkan generasi alfa, yaitu generasi yang sejak usia dini sudah akrab dengan gawai, media sosial dan arus informasi yang serba cepat.
“Ya, kondisi ini membawa dampak positif terhadap akses pengetahuan, utamanya konteks literasi siswa yang berbasis bahasa ibu dan sesuai dengan karakteristik generasi alfa . Hal ini selaras dengan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Peraturan Bupati Nomor 5 tahun 2015 tentang Penerapan Pembelajaran Muatan Lokal pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Situbondo serta Isu Strategis Nasional yaitu Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing,” tutur Ummul Kamilah, Kamis (18/6).
Masih kata Ummul Kamilah, khusus permasalahan yang dihadapi di SD Negeri 5 Dawuhan menunjukkan bahwa kemampuan berkomunikasi, membaca dan menulis siswa belum selalu diiringi dengan kesantunan berbahasa, kemampuan menyaring informasi, serta sikap menghargai nilai-nilai budaya lokal.
“Tetapi, bahasa yang digunakan siswa dalam komunikasi sehari-hari lisan maupun tulisan terhadap teman dan orang tua, cenderung meniru bahasa media sosial yang sering kali mengabaikan norma kesopanan, struktur bahasa yang baik, dan nilai moral. Bahkan terkadang mem
bully temannya dengan bahasa yang tidak santun. Jika kondisi ini dibiarkan, maka fungsi bahasa sebagai sarana pembentukan karakter dan identitas bangsa akan semakin melemah utamanya Bahasa lokal,” ulas Ummul Kamilah.
Guna menjawab permasalahan tersebut, sambung Ummul Kamilah, SDN 5 Dawuhan melaunching inovasi bernama KASI IBU ( Etika Literasi Siswa dan Budi Pekerti Bahasa Ibu). Ini, ujar dia, sebagai solusi terbarukan dalam menanamkan dan mengembangkan nilai budi pekerti, etika berkomunikasi, dan kearifan lokal sejak usia dini.
“Nah, melalui bahasa ibu, siswa tidak hanya belajar memahami makna kata, tetapi juga menyerap nilai sopan santun, empati dan rasa hormat terhadap sesama. Inovasi ini sangat membantu kemampuan siswa Generasi Alfa di SD Negeri 5 Dawuhan yang berjumlah 115 orang. Generasi ini tumbuh dalam lingkungan digital dan membutuhkan pembelajaran yang adaptif,” beber Ummul Kamilah.
Ummul Kamilah mengakui akan pentingnya penguatan literasi bagi generasi ini semakin relevan ketika dikaitkan dengan proyeksi komposisi penduduk Kabupaten Situbondo tahun 2023. Dimana, tambahnya, jumlah penduduk usia produktif dan nonproduktif mencapai 134.000 jiwa. Dan ini menunjukkan bahwa Generasi Alfa (0-14 tahun) akan menjadi bagian signifikan dari struktur penduduk di masa mendatang.
“Kondisi ini memerlukan fondasi literasi yang kuat untuk mendukung kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Situbondo yang cakap literasi namun berkarakter, beretika, berkomunikasi secara bijak, santun, bertanggung jawab diera digital dan berakar pada nilai budaya lokal yakni bahasa ibu. Dengan demikian KASI IBU sangat cocok untuk menjawab tantangan dimaksud,” tutur Ummul Kamilah.
Namun demikian, kupas Ummul Kamilah, dalam pelaksanaannya ada beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya pembentukan Tim Inovasi, menggali gagasan atau ide inovasi KASI IBU, membuat jadwal harian atau mingguan, menunjuk pelaksana inovasi serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
“Adapun isi literasi KASI IBU diantaranya, S7 dan 4B, Kamis berbahasa ibu, Sarapan pagi, Pojok literasi ( Khusus hari Kamis KASI IBU) Cerita rakyat kearifan lokal). Lalu, terakhir adalah hasil karya Duta KASI IBU,” pungkas Ummul Kamilah. [awi.kt]


