Oleh:
Abimanyu Poncoatmodjo Iswinarno
Pustakawan Ahli Utama di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur
Hari libur sekolah selalu menjadi waktu yang paling ditunggu. Anak-anak sangat senang saat libur kenaikan kelas tiba. Masa libur ini biasanya berjalan sangat lama. Namun, waktu yang panjang ini sering terbuang sia-sia. Banyak anak melewatinya tanpa melakukan hal yang bermanfaat. Padahal, liburan adalah waktu emas untuk tumbuh kembang mereka.
Banyak orang mengira liburan harus selalu mahal. Mereka pikir harus menyiapkan uang yang sangat banyak. Liburan juga tidak harus pergi ke tempat jauh. Liburan yang asyik bisa dinikmati oleh siapa saja. Kita tidak butuh modal uang yang besar. Kita hanya butuh kreativitas untuk membuat liburan menjadi bermakna.
Secara psikologis, liburan sangat baik untuk kesehatan jiwa. Anak-anak bisa beristirahat dari rutinitas sekolah yang padat. Libur sejenak bisa menyegarkan pikiran mereka kembali. Saat masuk sekolah nanti, mereka akan lebih siap belajar. Oleh karena itu, mari kita isi waktu libur ini dengan kegiatan yang tepat.
Menghadapi Tantangan Gawai di Rumah
Zaman sekarang, minat baca masyarakat kita cukup memprihatinkan. Kita bisa melihatnya dengan mudah di sekitar kita. Anak-anak lebih suka bermain gawai daripada membaca buku. Mereka bisa duduk berjam-jam di depan layar. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi orang tua.
Layar gawai sering membuat anak-anak lupa waktu. Mereka asyik bermain gim atau menonton video. Kebiasaan ini bisa menjauhkan mereka dari dunia buku. Jika dibiarkan, anak-anak akan kehilangan minat pada ilmu pengetahuan. Mereka bisa terjebak dalam gaya hidup yang kurang baik.
Kemampuan literasi yang rendah bisa menurunkan daya saing bangsa. Di masa depan, persaingan dunia akan semakin ketat. Kita butuh anak-anak yang menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Semua ilmu itu bersumber dari kemampuan membaca dan menulis. Oleh karena itu, kita harus menyelamatkan masa depan anak-anak kita sejak dini.
Kita harus menanamkan karakter positif pada anak. Caranya adalah dengan membangun budaya membaca di rumah. Membumikan literasi berarti membawa buku ke dalam kehidupan sehari-hari. Langkah awal ini harus dimulai dari lingkungan keluarga kita sendiri. Setelah itu, budaya ini akan meluas ke sekolah dan masyarakat.
Membaca Data Literasi Nasional Kita
Mari kita melihat data literasi di Indonesia saat ini. Berdasarkan laporan terbaru dari Perpustakaan Nasional dan Badan Pusat Statistik (BPS), kita bisa melihat angka yang nyata. Nilai Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat kita berada di angka 54,80 persen. Angka ini masuk dalam kategori sedang.
Meskipun TKM berada di kategori sedang, ada hal lain yang harus kita perhatikan. Nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) kita masih sangat rendah. Rata-rata angka IPLM di berbagai daerah hanya mencapai 10,37. Angka ini menunjukkan bahwa fasilitas dan akses literasi kita masih kurang.
Kondisi ini merupakan tugas besar bagi kita semua. Kita tidak boleh tinggal diam melihat angka ini. Kita harus bergerak bersama untuk meningkatkan budaya membaca. Ranah keluarga adalah tempat terbaik untuk memulai perubahan ini. Dengan membaca di rumah, kita bisa membantu menaikkan angka literasi bangsa.
Mengapa Membaca Saat Liburan itu Wajib?
Masa libur adalah waktu yang sangat subur untuk belajar. Saat libur, anak-anak berada di rumah sepanjang hari. Orang tua memiliki waktu 24 jam bersama mereka. Ini adalah kesempatan terbaik untuk mengarahkan minat anak. Kita bisa memantau dan mengembangkan bakat literasi mereka dengan mudah.
Ada banyak kegiatan seru yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah dengan mengunjungi perpustakaan daerah. Perpustakaan menawarkan suasana baru yang menyenangkan untuk anak. Di sana, mereka bisa melihat ribuan buku menarik secara gratis. Libur sekolah bukan berarti otak kita juga ikut berlibur dari berpikir.
Bagi orang tua yang sibuk, liburan adalah momen penebusan waktu. Mungkin selama ini Anda hanya bisa membelikan buku tanpa sempat menemani mereka membaca. Nah, di hari libur inilah Anda bisa duduk bersama mereka. Bacakan cerita yang menarik untuk anak-anak Anda.
Kegiatan membaca bersama bisa memunculkan rasa kebersamaan yang hangat. Anak akan merasa diperhatikan dan disayangi oleh orang tuanya. Ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak akan semakin kuat. Jadi, membaca bukan hanya soal ilmu, tetapi juga soal cinta di dalam keluarga.
Bagi anak-anak, membaca mungkin bukan pilihan utama saat libur. Mereka pasti lebih memilih bermain atau menonton televisi. Namun, orang tua harus cerdas dalam membuat skala prioritas. Kita harus menempatkan kegiatan membaca sebagai menu wajib harian selama liburan sekolah.
Mengapa anak-anak harus tetap membaca setiap hari? Jawabannya adalah untuk menjaga ingatan mereka. Keterampilan yang dipelajari di sekolah bisa hilang jika tidak diasah. Otak kita bekerja seperti otot pada tubuh manusia. Otot akan tetap kuat jika kita rajin berolahraga.
Jika kita berhenti berolahraga, otot kita akan menjadi lemah. Begitu juga dengan otak dan kemampuan membaca anak. Jika anak tidak pernah membaca selama libur, kemampuan otak mereka akan menurun. Mereka akan kesulitan saat harus mulai belajar lagi di kelas yang baru.
Sebuah penelitian dari Universitas Tennessee menunjukkan hasil yang mengejutkan. Anak-anak yang tidak membaca saat libur bisa kehilangan kemampuan belajar. Mereka kehilangan sekitar dua bulan perkembangan membaca mereka. Fenomena ini dikenal dengan istilah school break slide.
School break slide adalah penurunan keterampilan akademik selama liburan panjang. Kita tentu tidak ingin hal ini terjadi pada anak-anak kita. Sebaliknya, anak yang rajin membaca saat libur justru akan mengalami kemajuan. Kemampuan membaca mereka akan melompat lebih tinggi dibanding teman-temannya.
Manfaat Membaca
Membaca adalah kunci untuk membuka semua pintu ilmu pengetahuan. Kegiatan ini tidak hanya berguna untuk pelajaran bahasa saja. Membaca juga sangat membantu anak dalam memahami pelajaran matematika. Banyak soal matematika yang membutuhkan kemampuan memahami cerita dan logika.
Selain matematika, membaca juga memperkaya pengetahuan tentang sains dan sejarah. Anak-anak yang suka membaca akan memiliki wawasan dunia yang sangat luas. Mereka bisa memahami cara kerja alam semesta melalui buku sains. Mereka juga bisa belajar dari kisah masa lalu lewat buku sejarah.
Membaca adalah alat yang sangat kuat untuk melatih pikiran kritis. Anak-anak yang kritis tidak akan mudah dibohongi oleh informasi palsu. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan penuh percaya diri. Hal inilah yang membuat mereka selalu unggul di sekolahnya.
Bagaimana cara memulai kegiatan literasi yang menyenangkan di rumah? Kita tidak perlu bingung atau merasa terbebani. Berikut adalah beberapa langkah mudah yang bisa langsung Anda coba bersama anak-anak: (1). Membuat Pojok Baca Mini: Hias salah satu sudut rumah menjadi tempat yang nyaman. Letakkan karpet kecil, bantal empuk, dan rak buku sederhana di sana. (2). Membuat Jadwal Membaca Harian: Tentukan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Misalnya, 30 menit sebelum tidur atau setelah mandi sore. (3). Berburu Buku Bersama: Ajak anak pergi ke toko buku bekas atau perpustakaan. Biarkan mereka memilih sendiri buku yang ingin mereka baca. (4). Tantangan Membaca Berhadiah: Buat papan bintang di rumah. Berikan satu bintang untuk setiap buku yang selesai dibaca. Siapkan hadiah kecil jika bintangnya penuh. (5). Menulis Jurnal Liburan: Minta anak menuliskan satu atau dua kalimat tentang buku yang sudah mereka baca. Ini bagus untuk melatih kemampuan menulis mereka.
Akhir kata, liburan sekolah tidak berarti anak-anak harus berhenti belajar. Belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kita hanya perlu mengubah cara belajar menjadi lebih santai dan menghibur. Mengisi liburan dengan literasi akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masa depan anak.
Kita tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan liburan yang berkualitas. Dengan modal buku dan kasih sayang, kita sudah bisa memberikan hadiah terbaik untuk anak. Mari kita manfaatkan sisa waktu libur ini dengan sebaik-baiknya. Selamat menemani buah hati Anda berliterasi di rumah!
————— *** —————


