28.4 C
Sidoarjo
Sunday, June 14, 2026
spot_img

Taman Bahari Majapahit Jadi Central Semarak HUT Ke-108 Kota Mojokerto

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Taman Bahari Majapahit yang digadang Pemkot Mojokerto menjadi central destinasi wisata budaya dan sejarah Majapahit nampaknya mulai menjadi kenyataan.

Hal lantaran setiap even kegiatan yang melibatkan masyarakat secara kontinyu dan berkelanjutan digelar di wilayah paling barat Kota Mojokerto ini yakni Taman Bahari Majapahit (TBM)

Salah satunya dalam menyemarakan HUT ke- 108 Pemkot Mojokerto tahun 2026 setiap even terus menerus di lakukan di tempat ini, dan yang terbaru Senam Bersama dari kelompok Sadar Wisata Kelurahan Prajurit Kulon dengan mendatangkan ribuan orang termasuk para UMKM dan masyarakat hadir menyemarakanya Sabtu (13/6/2026).

Dengan tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram, warga Prajurit Kulon mengikuti senam dengan hadiah utama seekor kambing.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya, mengapresiasi antusiasme masyarakat Prajurit Kulon yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan program nasional yang bertujuan mendorong masyarakat agar aktif bergerak dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita bersyukur akhir pekan ini masih diberikan nikmat sehat sehingga bisa melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram bersama masyarakat Kelurahan Prajurit Kulon. Germas adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat untuk aktif bergerak demi menjaga kesehatan,” tuturnya.

Ning Ita menyoroti perkembangan teknologi yang kerap membuat masyarakat semakin pasif dalam beraktivitas fisik. Namun, ia mengaku bangga karena warga Prajurit Kulon tetap menunjukkan semangat berolahraga meski di tengah era digital.

Berita Terkait :  Operasi Lilin Semeru 2025 Amankan Perayaan Nataru di Kota Kediri

“Kita tahu saat ini gadget menjadi salah satu alasan besar masyarakat untuk mager. Tetapi saya bersyukur masyarakat Prajurit Kulon tetap aktif bergerak, rajin mengikuti senam, dan menjaga kebugaran. Ini luar biasa,” katanya.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan beragam kostum yang dikenakan para peserta. Menurut Ning Ita, hal tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus mengenakan pakaian olahraga khusus.

“Sekarang olahraga tidak harus dengan pakaian olahraga. Pakai jarik, pakai kebaya pun tetap bisa aktif bergerak. Yang terpenting adalah kemauan untuk sehat dan terus bergerak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa Germas harus menjadi budaya dan kebiasaan masyarakat. Ia mengajak warga untuk rutin berolahraga minimal lima hari dalam sepekan dengan aktivitas fisik yang disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing.

“Olahraga tidak harus yang berat. Tidak harus lari 5 kilometer atau bersepeda puluhan kilometer. Gerakan stretching dan kardio ringan yang dilakukan secara rutin sudah sangat baik untuk menjaga kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, kebiasaan hidup sehat perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Dengan demikian, berbagai risiko penyakit akibat kurang bergerak dapat dicegah sejak awal.

“Salam sehat untuk Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108. Semoga masyarakatnya sehat, kotanya maju, semuanya berkah dan bahagia,” pungkasnya.

Kegiatan senam bersama ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan kebersamaan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. [min,oky.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!