28.4 C
Sidoarjo
Sunday, June 14, 2026
spot_img

BPBD Jatim Pakai EWS Radon Deteksi Gempa

Pemprov Jatim, Bhirawa
Bencana gempa bumi kerap datang tiba-tiba tanpa ada yang tahu pasti kapan guncangan itu akan melanda. Kondisi ini memicu Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur untuk terus memburu inovasi teknologi mitigasi bencana terbaru demi melindungi warga.

Rasa penasaran tersebut membawa rombongan BPBD Jatim menempuh perjalanan ke Jawa Tengah dan Yogyakarta selama dua hari, tepatnya pada Selasa (9/6) hingga Rabu (10/6).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, memimpin langsung misi perburuan ilmu ini. Ia mengajak serta Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Igwandy, untuk melihat langsung teknologi deteksi dini gempa bumi berbasis gas radon yang ramah lingkungan.

Tim BPBD Jatim mengawali kunjungan kerja mereka di kantor BPBD Kabupaten Klaten. Di tempat ini, para personel mendapat sambutan hangat sekaligus paparan mengenai berbagai prestasi gemilang dari BPBD setempat.

Kabupaten Klaten saat ini sukses mencetak status 100 persen Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Selain itu, mereka juga berhasil menerapkan sistem pemanen air hujan untuk mengatasi kekeringan, serta memasang alat EWS berbasis gas radon untuk memetakan potensi gempa. Teknologi mutakhir inilah yang langsung mencuri perhatian tim dari Jawa Timur.

Guna mengupas tuntas cara kerja alat tersebut, rombongan Jatim segera bergeser ke Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM. Di sanalah sang penemu teknologi, Guru Besar UGM Prof. Ir. Sunarno, menyambut mereka untuk berbagi ilmu (ngangsu kaweruh).

Berita Terkait :  Sangat Rawan, Bawaslu Awasi Netralitas ASN di Medsos

Profesor Sunarno menjelaskan bahwa setiap aktivitas tektonik pragempa selalu melepaskan gas radon dari dalam kerak bumi ke permukaan dengan intensitas tinggi. Gas alami yang tidak berwarna dan tidak berbau ini menjadi indikator utama.

Alat ciptaan Tim UGM tersebut mampu menangkap lonjakan radiasi gas radon secara akurat sebelum patahan bumi bergeser. “Dengan teknologi ini, kita bisa mengetahui potensi gempa beberapa hari sebelum kejadian nyata,” ujar Gatot Soebroto dengan penuh antusias.

Gatot menilai akurasi deteksi dini ini sangat krusial bagi keselamatan warga Jawa Timur. Pihaknya tidak ingin kehilangan momentum berharga untuk menyelamatkan nyawa masyarakat sebelum bencana datang melanda.

Sebagai rencana tindak lanjut, Gatot akan memboyong seluruh Kepala Pelaksana BPBD kabupaten dan kota se-Jawa Timur untuk melakukan kunjungan serupa dalam waktu dekat. BPBD Jatim memprioritaskan pemasangan alat inovatif ini di wilayah pesisir selatan dan daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi terdampak gempa megathrust. [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!