28.4 C
Sidoarjo
Sunday, June 14, 2026
spot_img

Tahun Baru 1 Syura

Perayaan 1 Syura sebagai tahun baru adat budaya, masih sangat riuh dilaksanakan di berbagai aeantero Indonesia. Populer dengan sebutan gerebek Syura. Menjadi ritual rutin kalangan pemangku adat, dan kalangan grass-root. Berbagai kerajaan di Indonesia menggelar pesta adat, menjamu rakyat. Awal bulan Syura menandai tahun baru adat, sekaligus tahun baru Hijriyah (Islam). Menjadi adat budaya bersendiri syara’ (ajaran agama), dirayakan rakyat, ulama pribumi, bersama raja-raja, sejak abad ke-15.

Bahkan perayaan gerebek Syura telah menjadi agenda wisata berskala internasional. Terdaftar sebagai bulan Kunjungan Indonesia. Diantara prosesi ritual paling populer, adalah kirab (meng-arak) kebo bule, bersama peng-ageng Keraton Pakubuwanan. Gerebek Syura juga meng-arak berbagai pusaka kerajaan Mataram. Arak-arakan dimulai pada hari Selasa malam (1 Syura tahun 1447 H), bertepatan sebagai tahun Be 1960.

Lima ekor kebo bule (bernama kyai Slamet) menjadi cucuk lampah (barisan terdepan), dalam perjalanan arak-arak pusaka, sejauh 7 kilometer. Kirab gerebek menjelajah hampir seluruh protokol kota Solo. Dimulai dari halaman Keraton ke utara (Jalan Supit Urang), ke jalan Pakoeboewana, melewati Gapura Gladak, melintas di jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Slamet Riyadi, sampai ke Keraton Solo. Di Sepanjang jalan biasa dipadati masyarakat yang sangat “menghormati” Kebo Bule. Juga terdapat ratusan wisatawan manca turut menyaksikan gerebek Syura.

Saat ini even gerebek Syura, menjadi peak season (periode puncak wisata) seantero Solo Raya. Seluruh Keraton trah Mataram (Yogya dan Solo) menyelenggarakan gerebek Syura. Selain Keraton Pakubuwanan (Kasunanan Solo), juga diselenggakan di Keraton Kasultanan (Mangkunegaran). Keraton Kasultanan Hamengkubawanan, menyelenggarakan Lampah Budaya Mubeng Beteng. Diselenggarakan pertama kali pada masa Sultan Agung (8 Juli 1633 Masehi), 393 tahun lalu.

Berita Terkait :  Wagub Jatim Emil Dardak Gaet Investor Jepang Tanpa Sentuh APBD

Perayaan lampah (berjalan) mengelilingi benteng (dan istana), sejauh 5 kilometer. Tanpa berbicara (tapa bisu). Lampah, diikuti seluruh pembesar keraton. Sebagai pembuka perayaan 1 Syura dilenggarakan jamasan (pencucian) segenap pusaka. Termasuk kereta kuda, tosan (senjata berupa keris, dan senjata api), dan gamelan. Keraton Kasultanan Hamengkubawanan memiliki beberapa tosan (senjata) berupa meriam (saat ini setara pelontar rudal balistik). Masing-masing memiliki nama, sekaligus gelar budaya, disebut sebagai “kanjeng kyai.”

Di luar keraton trah Mataram, juga terdapat perayaan gerebek 1 Syura. Paling seru di kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menandai hari ulang tahun kabupaten (sejak 1496 M) ke-530. Bahkan kebo bule (kyai Slamet) yang diarak di Solo, merupakan keturunan kerbau kavaleri yang di-hadiah-kan dari Ponorogo. Secara khusus di-hadiah-kan kepada Pakubuwana II, tahun 1725. Diperkirakan kebu bule Kyai slamet saat ini merupakan keturunan ke-102.

Pada perayaan 1 Syuro 2024, di Ponorogo diselenggarakan Festival Nasional Reog, diikuti 27 kelompok peserta. Termasuk 14 delegasi dari berbagai daerah di Indonesia, dan luar negeri. Perayaan 1 Suro diawali dengan sabet pecut samandiman oleh Bupati, sekaligus memperingati hari jadi Ponorogo ke-527. Selama ini Pemkab Ponorogo, mernyediakan “Anggaran Reog.” Antara lain untuk biaya “safari reog” ke berbagai penjuru dunia. Mengirim “duta reog” beraksi di berbagai kota di dunia.

Tetapi perayaan gerebek 1 Syura, bukan hanya di Jawa. Melainkan juga seantero Nusantara. Di Ternate (Maluku Utara) terdapat perayaan meriah. Pada malam hari 1 Muharram (1 Suro), mayoritas suku-suku di Indonesia merayakan pesta adat. Secara khusus terdapat potong rambut mahkota raja, sekali setahun. Setelah rambut rapi bergemerlap permata, Raja tampil menjamu rakyat. Sebagai rasa syukur, sekaligus memohon keberkahan pada tahun baru

Berita Terkait :  Penyidik Kejari Kota Batu Lanjutkan Penanganan Perkara Pemerasan Uang Ratusan Juta Rupiah Oknum Wartawan dan LSM

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!