Kab Malang, Bhirawa – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Malang telah menyusun strategi politik jangka panjang, pasca terpilihnya kembali H Kholiq atau biasa dipanggil Gus Kholiq sebagai Ketua DPC PKB kabupaten setempat, periode 2026-2031.
Langkah akseleratif yang akan dilakukan partai berlambang bola dunia itu sebagai manuver politik yang penuh perhitungan guna menghadapi kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2030 mendatang.
Target tersebut ditopang oleh modal politik PKB yang saat ini telah memiliki basis struktural kokoh, mulai dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga ke tingkat desa. Berdasarkan informasi, bahwa terdapat dua agenda besar yang menjadi fokus utama dalam peta politik dan target yang dicanangkan oleh PKB Kabupaten Malang tersebut, yakni mengunci 14 kursi DPRD Kabupaten Malang pada Pemilu 2029, dan membidik kursi Bupati Malang, di Pilbup Malang mendatang. Sehingga momentum ini juga dimanfaatkan Gus Kholiq untuk secara terbuka akan mengincar posisi orang nomor satu di Kabupaten Malang.
Kursi Bupati Malang yang diincar tersebut, sebagai langkah tepat. Sebab, HM Sanusi tidak bisa lagi mencalonkan sebagai Bupati Malang, karena sudah dua periode menduduki jabatan kursi bupati. Secara taktis, kata salah satu pengamat politik dari Lembaga Merah Putih (LMP) Malang Muhammad Dicky, Minggu (14/6), kepada Bhirawa, DPC PKB Kabupaten Malang tetap bisa mempertahankan atau menambah jumlah legislatif, dan ini sangat krusial. Karena perolehan kursi di Pemilu 2029 nantinya akan menjadi tiket emas atau pemenuhan ambang batas syarat pencalonan.
“Dengan demikian, PKB Kabupaten Malang dapat mengusung calon bupati sendiri secara mandiri tanpa harus bergantung penuh pada koalisi gemuk,” paparnya.
Menurutnya, dengan kekosongan posisi petahana (open seat) otomatis membuka peluang besar bagi figur-figur baru untuk bertarung. Tentunya, harus ada kesiapan finansial dan taktis. Sebab saat ini, kapasitas Gus Kholiq yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang membuatnya tidak hanya memiliki modal sosial dan popularitas, melainkan juga jaringan logistik politik yang matang untuk menggerakkan kader secara all out.
Oleh karena itu, manuver politik untuk merebut kursi Bupati Malang harus dimulai sekarang. Namun yang perlu diperhitungkan saat ini, Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib, periode 2025-2030, apakah juga akan maju bertarung merebut kursi Bupati Malang, yang sama-sama kader PKB.
“Untuk itu, Gus Kholiq harus memastikan bahwa seluruh elemen partai siap bergerak secara taktis demi mengamankan kemenangan legislatif sekaligus merebut kursi eksekutif. Namun, Lathifah juga memiliki pengaruh yang kuat yang tidak hanya dikalangan Nahdlatul Ulama (NU) saja, tapi juga dikalangan elemen di luar NU,” tandas Dicky. [cyn.kt]


