26.7 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Surabaya Tinggalkan Jejak Nyata di RW 03 Kelurahan Gubeng


Surabaya, Bhirawa
Selama dua belas pertemuan yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu sejak 16 Mei hingga 21 Juni yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu, kawasan RW 03 Gubeng Klingsingan yang dikenal sebagai kampung pancasila, menjadi panggung nyata pengabdian mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Sebanyak 28 mahasiswa dari berbagai jurusan tergabung dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Non reguler (PMNR) 06, membawa semangat perubahan yang disambut hangat oleh warga setempat, salah satunya adalah Nabila Nur Maajida, mahasiswi dari Prodi Ilmu Komunikasi.

Menurut Nabila, pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan tersebut, para mahasiswa tidak datang sendiri. Ibu-ibu kader Surabaya Hebat (KSH) dengan sukarela menemani keliling setiap RT untuk kegiatan survei awal, memastikan mahasiswa mengenal warga dan mengetahui apa saja kebutuhan warga sebelum program berjalan.

Dibawah bimbingan Ibu Michelle Beatrix S.T., M.T. selaku pembimbing lapangan, dua puluh delapan mahasiswa dari lintas jurusan, mulai Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Arsitek, Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Niaga, Akuntansi, Manajemen, hingga Sastra Jepang yang dibagi menjadi empat pilar yaitu: Ekonomi, Sosial Budaya, Kemasyarakatan, dan Lingkungan.

“Tidak ada gap antar pilar, dikarenakan semua anggota saling gotong royong dan saling membantu satu sama lain demi kelancaran program,” jelas Nabila.

Dari pilar Ekonomi, Sebanyak 19 UMKM di wolayah Gubeng Klingsingan yang mendapat bantuan digitalisasi. Para pelaku usaha kini dilengkapi QRIS Soundbox, QRIS Konvensional, dan Google Maps yang merupaka langkah kecil yang membuka pintu pasar lebih luas di era transaksi digital.

Berita Terkait :  Bupati Situbondo MoU dengan Unej, Dorong Pembangunan Berbasis Riset dan Inovasi

Menurut Nabila, langkah digitalisasi ini menjadi angin segar, khususnya bagi para pelaku UMKM yang bergerak di kawasan padat penduduk dengan akses geografis yang terbatas. Berada di dalam gang-gang sempit wilayah Gubeng Klingsingan tidak menyurutkan semangat para pelaku usaha maupun mahasiswa untuk membawa perubahan nyata. “Keterbatasan ruang fisik justru dijawab dengan perluasan ruang digital. Melalui titik koordinat Google Maps yang akurat, keberadaan warung kelontong, pelaku kuliner rumahan, hingga toko alat tulis yang semula tersembunyi, kini dapat dengan mudah ditemukan oleh konsumen dari luar wilayah,” jelas Nabila lagi.

Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui rangkaian program kerja (proker) yang terstruktur dan menyentuh langsung ke akar rumput. Tahapan diawali dengan proses survei lapangan untuk memetakan potensi dan kendala fisik yang dihadapi para pelaku usaha. Setelah itu, dilakukan pendataan mendalam guna menyaring 19 UMKM yang paling membutuhkan intervensi digital dan visual. Menyadari kesibukan para pedagang, tim pelaksana memilih pendekatan jemput bola dengan melakukan sosialisasi langsung ke rumah-rumah warga (door-to-door). Di ruang tamu dan teras rumah yang sederhana itulah, edukasi mengenai cara kerja QRIS Soundbox, QRIS Konvensional dan pengelolaan akun Google Maps disampaikan secara perlahan dan interaktif.

Selain membekali mereka dengan infrastruktur digital, pilar ekonomi program ini juga menyentuh aspek visual branding yang sangat krusial. Tim membantu mendesain dan mencetak banner usaha secara gratis yang disesuaikan dengan karakteristik produk masing-masing UMKM. Banner-banner interaktif yang kini terpajang di depan rumah warga tidak hanya mempercantik estetika gang, tetapi juga berfungsi sebagai identitas pembeda yang jelas. Kombinasi antara identitas visual yang menarik melalui banner, kemudahan akses lokasi lewat Google Maps, serta keamanan transaksi tanpa tunai (cashless) menggunakan QRIS, menjadi modal utama bagi UMKM Gubeng Klingsingan untuk naik kelas dan berdaya saing tinggi di tengah pesatnya arus ekonomi digital. [why]

Berita Terkait :  UM Gugat Komersialisasi Riset, Nalar Publik Menjadi Terancam

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!