Pamekasan, Bhirawa
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pamekasan menjalin kerja sama strategis dengan Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) dalam upaya memperkuat pendidikan karakter dan kompetensi keagamaan peserta didik melalui program penguatan tahfidz Al-Quran.
Kolaborasi ditandai penandatanganan nota kesepakatan antara Direktur Utama IBS PKMKK Achmad Muhlis dengan Kepsek MAN 2 Pamekasan, Mohammad Holis, dalam program tahfidz sebagai pengganti praktik kerja lapangan (PKL) bagi sejumlah siswa.
Adapun tujuh siswa MAN 2 Pamekasan mengikuti pembinaan intensif selama 15 hari di lingkungan IBS PKMKK. Mereka mendapatkan penguatan hafalan Al-Quran, tahsin, pembiasaan ibadah, serta pendidikan karakter Islami yang diharapkan mampu membentuk pribadi yang unggul secara spiritual maupun akademik.
Direktur Utama IBS PKMKK Achmad Muhlis menyebut kerja sama tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keislaman yang kuat.
“Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan MAN 2 Pamekasan kepada IBS PKMKK. Program ini bukan sekadar penguatan hafalan Al-Quran juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pembiasaan nilai-nilai Islami yang menjadi bekal penting bagi para siswa dalam menghadapi masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, lingkungan pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk budaya belajar dan karakter peserta didik melalui pembiasaan yang berlangsung secara berkelanjutan.
“Kami berharap para siswa tidak hanya membawa tambahan hafalan setelah mengikuti program ini, tetapi juga membawa semangat baru dalam menjalankan ajaran Islam di kehidupan sehari-hari. Inilah investasi pendidikan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Kepala MAN 2 Pamekasan Mohammad Holis menegaskan, program penguatan tahfidz yang dijalankan bersama IBS PKMKK merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan spiritual.
“Kami ingin peserta didik memiliki kompetensi yang utuh. Selain menguasai ilmu pengetahuan, mereka juga harus memiliki karakter yang baik dan kedekatan dengan Al-Quran. Sebab itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung visi pendidikan yang kami bangun di MAN 2 Pamekasan,” tuturnya.
Holis berharap, pengalaman belajar selama 15 hari di lingkungan pesantren dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para siswa.
“Adanya program ini siswa mendapatkan pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan kemampuan tahfidz dan tahsin, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak yang lebih baik. Nilai-nilai itulah yang nantinya akan mereka bawa ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” harapnya. [din.kt]


