Situbondo, Bhirawa
Jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kali ini, Rutan Situbondo melaksanakan kegiatan penanaman sebanyak 160 bibit labu sebagai bentuk pembinaan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut melibatkan petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) secara langsung dalam proses pengolahan lahan hingga penanaman bibit. Pemanfaatan lahan SAE ini menjadi salah satu upaya nyata Rutan Situbondo dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aktif, produktif, dan bernilai ekonomi.
Kepala Rutan Situbondo, Suwono mengatakan bahwa kegiatan pertanian ini tidak hanya bertujuan memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman kepada warga binaan agar dapat menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk warga binaan yang lebih mandiri dan produktif. Penanaman bibit labu ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang diharapkan mampu memberikan keterampilan bercocok tanam sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama,” ungkap mantan Kepala Rubasan Pasuruan Jatim itu.
Selain sebagai media pembinaan, aku Suwono, hasil pertanian dari lahan SAE nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomis serta mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Dengan adanya kegiatan ini, Rutan Situbondo berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang inovatif, edukatif, dan bermanfaat guna mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri,” pungkas mantan Kepala Rutan Papua itu. [awi.kt]


