Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperkuat perekonomian daerah lewat strategi kolaborasi disektor perdagangan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jatim.
Setelah sebelumnya, Pemprov Jatim menjalin kerjasama perdagangan dengan tajuk Misi Dagang dengan Malaysia yang telah berjalan di Bulan April yang lalu, di Bulan Mei ini Pemprov Jatim tengah mempersiapkan Misi Dagang ke Hongkong.
Proses persiapan Misi Dagang ke Hongkong ini tengah masuk mekanisme pitching produk bagi pelaku IKM dihadapan Konsulat Perdagangan Hongkong secara online.
Proses pitching ini adalah proses presentasi singkat dan persuasif untuk menyampaikan ide, produk, layanan, atau bisnis. Kegiatan Pitching produk ini dilakukan hari ini 26 Mei 2026 oleh Disperindag Jatim.
“Jadi dari situ nanti akan dipilih lima pelaku IKM oleh Bapak Konsulat Perdagangan yang akan diikutkan dalam kegiatan business matching yang akan dilakukan di bulan depan,” terang Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur Dr. Iwan, S.Hut., M.M., yang diwakilkan yang kali ini diwakilkan Ika Devi Hardianti, Ketua Tim Pengembangan Ekspor Disperindag Jatim, Selasa (26/5/2026).
Menurut Ika, persiapan Pra Misi Dagang ke Hongkong ini dilakukan pihaknya sejak Bulan April yang lalu. Penjajakan dan koordinasi dilakukan dengan Rapat Webinar via digital. Lalu pada awal Bulan Mei yang lalu Disperindag Jatim melakukan kurasi bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Jatim.
“Kurasi ini untuk 6 komoditas. Diantaranya, makanan minuman, olahan produk perikanan, kerajinan, tas sepatu kulit, produk perawatan tubuh dan buah-buahan. Kurasi ini dilakukan oleh Disperindag untuk memilih produk IKM yang layak untuk dikerjasamakan,” tegas Ika.
Setiap pelaksanaan Misi Dagang ini, Disperindag Jatim terus koordinasi dengan perwakilan dagang di luar negeri. Kalau dengan Hongkong ini kami koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, khususnya dengan Konsulat Perdagangan Hongkong.
“Terkait sertifikasi halal, saat kita konsultasi ke Konsulat perdagangan di Hongkong itu kemarin jika memang diperlukan serfikasi tertentu, maka jika sudah tersertifikasi halal lebih bisa diterima, karena disana banyak pekerja migran yang tinggal di Hongkong,” cetus Ika menutup. [aya.kt]


