Jakarta, Bhirawa
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan sejumlah inovasi yang dikembangkan Polri untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memanfaatkan limbah hasil panen guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat panen raya jagung serentak kuartal II/2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, Sigit mengatakan Polri menggandeng usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk mengolah limbah tongkol jagung menjadi sumber energi alternatif.
Sigit dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan pemanfaatan hasil samping pertanian dilakukan melalui pengembangan briket tongkol jagung bernama miracle carbon.
“Sebagai energi alternatif untuk keperluan rumah tangga, pendukung UMKM, penghangat kandang ayam, serta pengganti kayu bakar,” katanya.
Ia menjelaskan inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis sektor pangan.
Selain pengolahan limbah pertanian, Polri juga mengembangkan inovasi pupuk Presisi berbasis batu bara untuk membantu memperbaiki kualitas tanah pertanian.
Sigit mengatakan pupuk tersebut mampu meningkatkan tingkat keasaman tanah sekaligus memperbaiki unsur hara sehingga mendukung produktivitas tanaman.
“Inovasi pupuk Presisi berbasis batu bara bermanfaat untuk menaikkan pH sebanyak satu sampai dengan dua tingkat, sekaligus merestorasi unsur hara, sehingga dapat menyuburkan tanah dan menyehatkan tanaman,” ujarnya.
Kapolri menambahkan inovasi pupuk tersebut telah diterapkan pada lahan pertanian jagung di Jawa Barat dan Papua sebagai bagian dari program peningkatan hasil produksi pangan nasional.
Selain itu, Polri juga mengembangkan sejumlah teknologi pendukung pertanian modern, antara lain vertical dryer, mobil pemipil jagung, soil tester, pompa tenaga surya, atmosphere water generator, hingga mobile rotary dryer.
Menurut Sigit, penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses pascapanen serta membantu petani menjaga kualitas hasil produksi.
“Yang bermanfaat untuk mengeringkan jagung secara merata dan lebih bersih tanpa harus membawa hasil panen ke gudang,” katanya.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap agenda swasembada pangan nasional melalui penguatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi tepat guna, dan pengembangan ekosistem pangan berkelanjutan dari hulu hingga hilir. [ant.kt]


