31 C
Sidoarjo
Thursday, May 14, 2026
spot_img

Kemenko Pangan Siapkan Skema Serap Tangkapan Ikan Nelayan Banyuwangi

Banyuwangi, Bhirawa

Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan ikan nelayan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, salah satunya diserap ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan penyerapan hasil tangkapan nelayan itu untuk memberikan kepastian harga bagi mereka.

“Nelayan nanti punya kepastian keuntungan, jangan sampai capek-capek melaut, setelah sampai di darat harganya nggak jelas berapa ikan itu dibeli,” kata Menko Zulhas saat bertemu warga nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Kamis.

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan ekosistem pendukung bagi nelayan, mulai dari cold storage, pabrik es, hingga koperasi yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih.

Fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih tersebut, kata Zulhas, disiapkan agar nelayan tidak lagi terpaksa menjual ikan dengan harga murah saat hasil tangkapan melimpah.

“Itu agar nelayan punya daya tawar yang tinggi, selama ini melaut ikannya begitu di darat ditawar berapa, kalau nggak dijual kan bisa busuk,” katanya.

Zulhas mengatakan keberadaan ruang penyimpanan dingin (cold storage) dan koperasi akan membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan ketika harga pasar sedang turun, dan jika belum terserap pasar, ikan nantinya dapat dibeli oleh SPPG untuk kebutuhan program MBG.

“Nanti kalau semua sudah jadi, kalau ikan nelayan dapat banyak dan harganya turun bisa disimpan dulu, dan kalau masih tidak dibeli juga, nanti SPPG yang beli ikannya. Sudah kami atur begitu, sehingga nelayan punya kepastian harga,” katanya.

Ia mencontohkan pola serupa yang telah diterapkan pemerintah pada komoditas gabah, di mana harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogramnya.

“Gabah kami jamin Rp6.500 per kilogram, kalau tidak harga segitu gabah bisa dibeli Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes),” kata Menko Zulhas.

Ketua KUB Nelayan Sumber Laut Lateng, Banyuwangi, menyambut positif rencana tersebut karena selama ini harga ikan sering jatuh saat musim tangkapan melimpah karena posisi tawar nelayan lemah di hadapan pengepul.

“Pak menteri menyampaikan bahwa nelayan itu akan dibuatkan standar harga, kemudian ikan-ikannya bisa diserap di SPPG, dan kalau bagi nelayan, pasti kami senang kalau memang ada seperti itu, ekonomi nelayan mestinya meningkat,” katanya. [ant.kt]

Berita Terkait :  Wagub: Ejavec jadi Wadah Akademisi dan Pakar untuk Kembangkan Jawa Timur

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!