Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan imunisasi campak untuk melindungi anak-anak dari bahaya penyakit di Pos PAUD Terpadu (PPT) Melati, Jl. Kejawan Lor, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak.
Kunjungan difokuskan pada wilayah yang memiliki angka cakupan imunisasi rendah untuk memberikan motivasi kepada orang tua, dan dilakukan pada 153 kelurahan dan 31 kecamatan se-Kota Surabaya. Kamis, (7/5/2026)
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan bagi anak usia 3-4 tahun di tingkat PPT, seringkali datang dari kekhawatiran orang tua yang berlebihan. “Kami melakukan pendekatan secara manusiawi dan psikologis, kendalanya biasanya ibunya lebih heboh atau takut dibanding anaknya, akhirnya anak ikut tidak tenang, terus kami meyakinkan imunisasi adalah langkah preventif supaya anak-anak terhindar dari penyakit yang tidak terduga,” jelasnya.
Lanjut Rini menjelaskan bahwa para ibu lebih disiplin mengecek buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berwarna pink sebagai pedoman dalam memenuhi hak imunisasi dasar anak, dan menyarankan para ibu untuk memasang alarm di ponsel sebagai pengingat jadwal imunisasi.
“Jangan sampai kesibukan rumah tangga, hak anak dapatkan kekebalan tubuh jadi terabaikan, penguatan imunisasi campak sangat penting terdapat temuan kasus kematian anak akibat komplikasi campak di wilayah lain, meski campak sekilas terlihat seperti cacar air biasa, jika tidak dicegah, penyakit ini bisa memicu kondisi yang fatal,” tuturnya.
Rini menyampaikan informasi dari Dinas Kesehatan bahwa terdapat 17 kasus meninggal dunia, Ini membuktikan dampak campak bisa sangat berbahaya jika tidak diantisipasi sejak dini. “Saya menitipkan pesan kepada ibu-ibu imunisasi apapun penting, upaya preventif mencegah anak-anak terkena penyakit, bisa menganggu tumbuh kembangnya di masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh mengukpakan bahwa sampai awal Mei 2026, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Surabaya telah menyentuh angka 37,23 persen atau sekitar 11.446 anak dari total target tahunan sebesar 30.797 anak hingga Desember mendatang. “Secara data, progres sudah sesuai target bulanan, tapi tantangan utama ialah tingginya mobilisasi warga, terutama di wilayah utara yang sering bepergian ke luar kota, akhirnya terkadang ada sasaran yang tidak hadir saat hari pelaksanaan,” kata dr. Billy.
dr. Billy menambahkan kekhawatiran masyarakat mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Pemkot Surabaya siap melakukan penanganan cepat tanpa dipungut biaya. “Jika terdapat reaksi pasca imunisasi, segera lapor, petugas kami segara langsung menangani secara gratis, jangan jadikan KIPI sebagai alasan tidak mengimunisasikan anak, sebab manfaat proteksinya jauh lebih besar,” imbuhnya.[ren.ca]


