Malang, Bhirawa
Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas daerah sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas inflasi serta mendorong peningkatan investasi di Jawa Timur.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Forum Investasi Regional Investor Relation Unit (RIRU) bersama Kabupaten/Kota di wilayah kerja Bakorwil Malang, yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Selasa (5/5).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Indonesia, serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-wilayah kerja Bakorwil Malang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan penguatan investasi merupakan dua agenda strategis yang harus berjalan secara beriringan.
“Sinergi dan kolaborasi lintas daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas inflasi sekaligus mengakselerasi investasi. Tantangan ekonomi tidak mengenal batas administratif, sehingga diperlukan koordinasi yang solid antar daerah,” ujarnya.
Berdasarkan data terkini, inflasi Jawa Timur pada awal tahun 2026 masih berada dalam rentang terkendali, sementara pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif yang didorong oleh konsumsi dan investasi. Kondisi ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Dalam forum tersebut, dibahas berbagai langkah strategis, antara lain penguatan ketahanan pangan, kelancaran distribusi, pemanfaatan digitalisasi dalam pengendalian inflasi, serta pengemasan potensi unggulan daerah menjadi peluang investasi yang menarik dan kompetitif.
Wilayah kerja Bakorwil Malang memiliki beragam potensi unggulan di sektor pertanian, pariwisata, industri kreatif, hingga ekonomi digital. Potensi ini terus didorong menjadi kekuatan ekonomi baru melalui promosi investasi yang terintegrasi dan berbasis kawasan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi TPID dan RIRU agar lebih adaptif dalam membaca dinamika ekonomi serta responsif dalam merumuskan kebijakan berbasis data.
Bakorwil Malang menegaskan perannya sebagai simpul koordinasi antar daerah, yang tidak hanya memperkuat sinergi dan kolaborasi, tetapi juga mempercepat komunikasi dan memastikan kebijakan berjalan efektif serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui penguatan sinergi dan kolaborasi ini, diharapkan stabilitas harga tetap terjaga, iklim investasi semakin kondusif, serta pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur, khususnya di wilayah kerja Bakorwil Malang. [why]


