29 C
Sidoarjo
Tuesday, May 5, 2026
spot_img

TPT Jawa Timur Februari 2026 Turun ke 3,55 Persen, Sarjana Jadi Penyumbang Tertinggi


Pemprov, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat performa positif pasar tenaga kerja dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026.

Angka pengangguran di Jawa Timur kini menyentuh 3,55 persen, turun sebesar 0,06 persen poin jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M., melalui Statistisi Ahli Madya Nurul Andriana mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran di Jawa Timur berkurang sebanyak 1,86 ribu orang dalam setahun terakhir.

Saat ini, terdapat sekitar 892,64 ribu pengangguran dari total 25,14 juta angkatan kerja di wilayah tersebut (p. 3).

“Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja di Jawa Timur, terdapat sekitar 3 hingga 4 orang yang masih mencari pekerjaan,” kata Nurul saat menyampaikan dalam Berita Resmi Statistik, Selasa (5/5/2026).

Meskipun angka pengangguran secara umum menurun, data BPS menunjukkan pola yang memprihatinkan pada kelompok pendidikan tinggi. Lulusan Universitas (S1/S2/S3) justru mencatatkan TPT tertinggi sebesar 6,04 persen.

Angka ini melampaui TPT lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di angka 5,75 persen dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 5,73 persen. Sebaliknya, penduduk dengan tingkat pendidikan SD ke bawah justru menjadi kelompok yang paling mudah terserap pasar kerja dengan TPT terendah, yakni hanya 1,32 persen.

Dari sisi demografi, laki-laki masih mendominasi angka pengangguran dengan TPT sebesar 3,78 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang mencatatkan angka 3,24 persen.

Berita Terkait :  Sidak Pasar, Satgas Pangan Polda Jatim Pastikan Bapokting Nataru Stabil

Namun, tren menunjukkan TPT laki-laki terus mengalami penurunan, sementara TPT perempuan justru mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen poin dibanding Februari 2025.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, masyarakat di perkotaan lebih sulit mendapatkan pekerjaan dibandingkan di perdesaan. TPT perkotaan tercatat sebesar 4,09 persen, sedangkan di perdesaan hanya 2,68 persen.

Penurunan TPT ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja, di mana sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar yang menampung 7,70 juta orang atau sekitar 31,76 persen dari total penduduk bekerja di Jawa Timur. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!