Pamekasan, Bhirawa
Bupati Pamekasan, K.H. Kholilurahman melepas sebanyak 1.384 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan, di masjid Agung Asy-Syuhada, Selasa (5/5), dengan ditandai pemasangan baju batik dan tanda pengenal.
Adapun 1.384 JCH tersebut tergabung dalam kloter 73, 74, 75, dan 76, yang dijadwal berangkat dari Pamekasan pada Tanggal 10 Mei 2026, menuju asrama haji Sukolilo Surabaya.
Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Pamekasan, Abdul Halim mengungkapkan, untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada CJH, pihaknya membagi setiap rombongan secara proposonal dan disiapkan tenaga pendamping yang sudah profesional.
“Jadi tenaga profesional ditiap kloter, terdiri empat petugas. Yakni, ketua kloter, dokter, perawat, dan pembimbing ibadah, sehingga pelayanan kepada jemaah bisa berjalan optimal,” ucapnya.
Pendampingan itu adalah sebuah kunci agar keamanan, kesehatan, dan kenyamanan jemaah selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci dapat terjamin dan menuju sukses pelaksanaan ibadah haji kita.
Adapun dari 1.384 jemaah asal Pamekasan terdapat 10 JCH yang disabilitas. Mereka direntang usia 14 hingga 74 tahun, jelas Halim, tentu nantinya dalam aspek pelayanan akan mendapatkan perhatian lebih dari jemaah yang kondisi normal.
“Soal kesehatan, keamanan menjadi hal krusial dalam persiapan pemberangkatan semua jemaah. Terutama ketika jemaah setiba di Mekkah, kami sudah mewanti-wanti pendamping terus mengawal agar jemaah dapat beribadah dengan baik dan aman,” tambahnya.
Sementara Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, dalam sambutan pelepasan menghimbau kepada Calon Jemaah Haji Pamekasan agar bisa berfokus pada ibadah dan menjaga kesehatan dengan baik.
“Kenapa perlu kesabaran dan menjaga kesehatan menjadi perhatian khusus karena situasi dan kondisi sangat beda dengandi tanah air, terutama soal cuaca dan tujuannya meraih gelar haji mabrur dan mabruro,” ujarnya.
Maka itu, pinta Bupati, agar para jemaah untuk memfokuskan pada ibadah wajib jangan sampai berfokus pada Ibadah sunnah. Dibutuhkan menjaga kesehatan dan fisik yang prima tersebut karena ibadah wajib sangat berat dan penuh tantangan.
Kiai Kholil, panggilan akrab bupati Pamekasan,meminta Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Pamekasan benar-benar memberikan pelayanan kepada JCH dengan baik, mengingat seluruh proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah difasilitasi oleh negara.
“Pelayanan kepada jamaah harus benar-benar diperhatikan, terutama transportasi. Karena mereka berangkat difasilitasi oleh negara, maka kenyamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Bupat Kholil berjanji, pemerintah daerah tidak akan segan melakukan evaluasi apabila ditemukan pelayanan yang kurang maksimal di lapangan. [din.kt]


