Kota Malang, Bhirawa
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menancapkan taringnya di kancah internasional. Melalui divisi Career Development Center (CDC), kampus hijau ini kembali menggelar seleksi wawancara program magang internasional ke Jepang gelombang kedua di Gedung Fakultas Humaniora, Selasa (28/4).
Program strategis ini diproyeksikan bakal memberangkatkan mahasiswa pada September 2026 mendatang. Tercatat, sejumlah perusahaan besar di Negeri Sakura telah siap menampung para mahasiswa, di antaranya Miyarikyu Hotel, Hiroshima City Museum, hingga JR Service. Selama satu tahun, mahasiswa tidak hanya bekerja, tetapi juga ditempa untuk menyerap budaya kerja profesional Jepang.
Kepala CDC UIN Malang, Dr. Ahmad Ghozi, M.A., menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen nyata kampus dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif di level global.
“Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki pengalaman kerja nyata di lingkungan internasional. Ini bekal krusial agar mereka tidak kaget saat menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks di masa depan,” ujar Ahmad Ghozi.
Jadi Rujukan Kampus Luar Jawa
Keberhasilan pengelolaan program magang internasional oleh CDC UIN Malang rupanya menarik perhatian institusi lain. Di sela-sela proses seleksi, hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Fatahul Muluk Papua, Dr. Amirullah, M.Ag., untuk meninjau langsung mekanisme penjaringan mahasiswa tersebut.
Dr. Amirullah mengaku terkesan dengan sistem yang dibangun UIN Malang. Ia berharap model kerja sama internasional ini dapat diadaptasi di kampusnya demi membuka peluang serupa bagi mahasiswa di Papua.
“Program ini dampaknya luar biasa bagi pengembangan diri mahasiswa. Kami ingin mempelajari mekanismenya agar mahasiswa kami juga memiliki kesempatan yang sama untuk mencicipi pengalaman internasional,” tuturnya.
Seleksi Ketat Secara Hybrid
Proses wawancara kali ini diikuti oleh 17 mahasiswa dari berbagai program studi, mayoritas merupakan mahasiswa semester 6 dan 8. Menariknya, seleksi dilakukan secara hybrid. Mahasiswa hadir secara luring, sementara para pewawancara dari perusahaan mitra di Jepang melakukan penilaian secara daring melalui platform Zoom dengan bantuan penerjemah.
Para peserta diuji kemampuannya dalam mempresentasikan potensi diri, pengalaman organisasi, hingga kesiapan mental untuk tinggal jauh dari tanah air. Sebagian besar peserta pun menunjukkan ambisi besar untuk tidak hanya sekadar magang, namun juga merajut karier jangka panjang di Jepang.
Melalui langkah ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan kebutuhan industri global, sekaligus mencetak lulusan yang mampu menjadi representasi positif bangsa di luar negeri. [mut.wwn]


