Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur bersama Yayasan Plan International Indonesia dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) resmi menutup program TechPath: Bridging Youth to STEM Career di UPT BLK Bojonegoro, Selasa (28/4). Program ini sukses mencetak tenaga kerja muda yang siap bersaing di sektor digital.
Sejak dimulai pada 2025, program ini menjaring 84 peserta terpilih yang sangat inklusif, terdiri dari 60 perempuan, 24 laki-laki, serta enam penyandang disabilitas. Hasilnya pun nyata; dari 56 peserta yang lulus, sebanyak 47 orang telah mendapatkan pekerjaan, magang, atau memulai usaha mandiri di sektor digital dan kreatif.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para peserta dengan latar belakang yang beragam. Cerli (28), seorang pekerja lepas, mengaku kini lebih ahli menyusun strategi pemasaran media sosial. “Saya jadi paham cara bikin konten yang punya alur cerita jelas dan menggunakan insight agar tepat sasaran,” ujarnya.
Dampak positif juga dirasakan oleh Gita (21), seorang teman Tuli yang mengikuti pelatihan di tengah kesibukan kuliah dan bekerja. Selain kemampuan teknis pembuatan konten, ia merasa lebih percaya diri.
“Saya belajar membuat reels yang lebih kreatif dan mulai berani berbicara di depan umum. Saya juga jadi paham pentingnya kesetaraan gender,” tutur Gita.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa TechPath memang dirancang untuk membangun kesiapan kerja menyeluruh, mulai dari teknis hingga kepercayaan diri.
Dukungan penuh juga datang dari EMCL melalui Wahyu Sadewo yang menekankan pentingnya kapasitas digital untuk melengkapi ekosistem ekonomi Bojonegoro yang selama ini didominasi sektor energi.
Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat relevan dengan kebutuhan industri.
Ia menyebut sinergi ini diperkuat dengan adanya Career Center di BLK Bojonegoro yang menyediakan layanan bimbingan karier, konsultasi wirausaha, hingga fasilitasi rekrutmen langsung oleh mitra industri.
Saat didampingi Kasi Pengembangan dan Pemasaran Ristanto, Kepala UPT BLK Bojonegoro Wahyu Krisdihantiro menilai pendekatan Plan Indonesia selaras dengan kultur pemuda daerah yang mandiri dan kreatif. Penutupan program TechPath menjadi bukti dengan sinergitas mampu menciptakan jalur kesempatan kerja yang lebih luas, inklusif dan berkelanjutan bagi masa depan pemuda bojonegoro. [rac.kt]


