Jombang, Bhirawa
Pengusaha tahu di Jombang terpaksa menaikan harga jual tahunya gegara harga kedelai dan plastik yang meroket. Hal tersebut seperti yang terjadi pada pengusaha tahu di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Bukan hanya karena harga kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tahu yang terus melonjak, harga plastik kemasan juga ikut naik signifikan.
Salah satu perajin tahu di daerah setempat bernama Nuryatin menuturkan, kenaikan harga bahan baku ini terjadi sejak pertengahan Ramadan lalu dan masih berlangsung hingga saat ini. Meski harga kedelai mulai menunjukkan tanda-tanda stabil, beban kenaikan yang terjadi secara bersamaan antara kedelai dan plastik sangat terasa.
“Di tempat kami, biasanya sekali masak itu Rp220.000. Sekarang menjadi Rp240.000 sekali masak. Kebutuhan kedelai untuk bahan baku tahu tiap hari sekitar 2 ton lebih,” tutur Nuryatin, Rabu (29/04).
Nuryatin mengatakan, untuk menyiasati lonjakan biaya produksi tanpa mengurangi ukuran tahu, pihaknya menaikkan harga jual. Volume produksi hariannya masih tetap sekitar 2 ton bahan baku kedelai, meskipun terdapat sedikit pengurangan efisiensi karena kenaikan biaya. “Pengaruh kenaikan itu dari plastik dan kedelai. Karena naiknya bersamaan, otomatis berpengaruh ke harga jual tahu,” tuturnya lagi.
Nuryatin berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah kenaikan harga bahan pokok dan plastik. Menurut Nuryatin, harga plastik mengalami kenaikan yang sangat tinggi dan memberatkan. “Kalau harga plastik naiknya sangat tinggi. Kami berharap bisa turun harganya,” ujarnya. “Kedelai juga semoga bisa stabil lagi harganya. Jangan sampai terus naik, karena usaha kami sangat bergantung pada dua komponen ini,” ujarnya lagi.[rif.ca]


