27.6 C
Sidoarjo
Tuesday, May 5, 2026
spot_img

Peringati Hari Kartini, UINSA Gelar Parade Busana Daerah

Penampilan parade busana adat Nusantara dalam Cultural Festival 2026 UIN Sunan Ampel Surabaya

Surabaya, Bhirawa

Memperingati Hari Kartini, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar acara UINSA Cultural Festival 2026 yang berlangsung meriah pada Rabu (22/4). Acara ini mengusung tema “Women’s Roles Across Cultures” yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan lintas budaya di zaman sekarang.

 Kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh para mahasiswa sebagai ajang untuk menampilkan keberagaman budaya sekaligus juga untuk merefleksikan peran perempuan di era modern. Melalui berbagai rangkaian acara yang dihadirkan, festival ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang mendorong mahasiswa untuk lebih memahami nilai-nilai keberagaman serta pentingnya peran perempuan dalam kehidupan sosial dan budaya.

 Salah satu panitia yang memandu jalannya acara, Fitri As’ad, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A Kartini sekaligus untuk mengingatkan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi di berbagai bidang.

 “Kami sengaja mengambil tema ‘Women’s Roles Across Cultures’ sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini. Melalui tema ini, kami ingin mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah mengangkat derajat perempuan Indonesia, serta menunjukkan bahwa perempuan juga bisa sejajar dengan laki-laki dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, baik di keluarga, masyarakat, maupun di berbagai bidang lainnya,” ujarnya.

Berita Terkait :  Dispusip Surabaya Tingkatkan Kunjungan ke Perpustakaan

 Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghargai perbedaan di tengah keberagaman. “Keberagaman itu indah. Dengan adanya keberagaman, kita bisa belajar untuk saling mengapresiasi perbedaan dan memahami satu sama lain agar dapat hidup bersama dengan lebih baik,” tambahnya.

 Rangkaian acara dalam festival ini meliputi World Flavor Bazaar, Talkshow Inspiratif, hingga Global & Heritage Fashion Parade yang menjadi puncak kegiatan. Dalam parade tersebut, para mahasiswa tampil mengenakan pakaian adat yang berasal dari beberapa daerah di indonesia. Setiap busana yang ditampilkan merepresentasikan nilai, filosofi, dan karakter perempuan yang berbeda-beda. 

 Di tengah kemeriahan parade, salah satu sorotan tertuju pada Aisyah Humairoh, peserta yang berhasil meraih juara pertama. Ia mengungkapkan alasan dirinya mengenakan busana tersebut karena adanya pandangan bahwa perempuan sering dianggap lemah, sementara ketika terlalu kuat justru dinilai kurang feminin.

 “Alasan saya mengenakan baju ini karena saat ini perempuan sering dianggap lemah, tetapi ketika terlalu kuat justru dinilai kurang feminin. Baju adat ini menyeimbangkan keduanya, sehingga tetap terlihat kuat dan tangguh tanpa menghilangkan sisi anggun,” ungkapnya.

 Sementara itu, peserta lain, Revalina, turut membagikan pengalamannya saat mengenakan busana adat Dayak Kalimantan. Ia mengaku bangga dapat mewakili salah satu budaya daerah dalam ajang tersebut.  “Tentunya senang banget. Aku merasa senang hari ini karena bisa merepresentasikan budaya dari budaya Dayak di acara kali ini,” ujarnya.

Berita Terkait :  Semarak Sembako Murah dan Barbeku Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16

Bagi Revalina, pengalaman tersebut menjadi momen berharga untuk lebih mengenal sekaligus memperkenalkan budaya Nusantara kepada lingkungan kampus yang lebih luas.

 Melalui kegiatan ini, UINSA tidak hanya memperingati Hari Kartini secara simbolis, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi, mengenal budaya lain, serta memperkuat nilai toleransi dan keberagaman. Kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi tentang peran perempuan, sekaligus pengingat bahwa semangat Kartini tidak hanya hadir dalam sejarah, tetapi masih relevan hingga sekarang melalui kontribusi perempuan dalam menjaga dan mengembangkan budaya di tengah era globalisasi. mg7.wwn.

penulis: Niken Ayu Dwi Agustin

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!