Pemkab Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026 terus mengintensifkan program normalisasi sungai sepanjang 20 ribu meter guna menekan risiko banjir sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Sejak awal tahun pemerintah daerah juga melaksanakan kegiatan mitigasi bencana berupa penanganan tebing longsor di sejumlah titik rawan.
Program ini dilaksanakan di sejumlah titik rawan yang tersebar di enam kecamatan dan mencakup 10 desa. Kegiatan normalisasi meliputi pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah dan vegetasi liar, serta penataan alur sungai untuk meningkatkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama saat musim hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Retno Wulandari melalui Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Bungku Susilowati, mengatakan, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan prioritas wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir tinggi.
”Normalisasi dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar sehingga dapat mengurangi potensi luapan,” ujarnya, Minggu (26/4) kemarin.
Adapun sebaran lokasi kegiatan meliputi enam desa di Kecamatan Gondang, dua desa di Kecamatan Kapas, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Sukosewu dan Kecamatan Dander. Hingga kini, realisasi pekerjaan telah mencapai 3.645 meter atau sekitar 18, 23 persen dari total target 20 ribu meter yang ditetapkan.
Selain berfungsi mengurangi risiko banjir, normalisasi sungai juga dinilai berkontribusi terhadap sektor pertanian. Kelancaran aliran air diharapkan dapat menunjang ketersediaan air irigasi, sehingga produktivitas lahan pertanian tetap terjaga.
Menurut Bungku, pendangkalan akibat sedimentasi menjadi salah satu penyebab utama banjir di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diperparah oleh keberadaan sampah dan tumbuhan liar di bantaran sungai yang menghambat aliran air.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Partisipasi warga dinilai penting agar hasil normalisasi dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.
Selain normalisasi sungai, Pemkab Bojonegoro juga melakukan perbaikan saluran drainase serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan banjir. Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi, sekaligus mendukung keberlanjutan ketahanan pangan di daerah. [bas.fen]


