27 C
Sidoarjo
Sunday, April 26, 2026
spot_img

UPNVJT Kukuhkan Lima Guru Besar, Riset Pangan Lokal jadi Fokus Pengembangan Ilmu


Surabaya, Bhirawa
UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) pengukuhan lima guru besar digelar di Gedung Giri Loka, Surabaya. Salah satu Guru Besar UPNVJT Prof. Dr. Dedin Finatsiyatull Rosida, S.TP, M.Kes, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Kimia Pangan Fungsional, dengan orasi ilmiah bertajuk “Potensi Pangan Dataran Rendah dan Pesisir sebagai Pangan Fungsional dan Flavor Enhancer”, Sabtu (25/4).

Rektor UPNVJT, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.MT., IPU, mengatakan pengukuhan lima guru besar pada merupakan komitmen kampus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dosen dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Pengukuhan lima guru besar jadi tonggak penting memperkuat kapasitas akademik universitas, UPN Veteran Jawa Timur telah memiliki total 39 guru besar,” jelasnya.

Lanjut Prof. Akhmad menjelaskan riset yang dilakukan dosen harus semakin kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, pencapaian sebagai guru besar bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam dunia akademik.

“Jadi guru besar merupakan awal baru, dimana pendidik yang memiliki kapasitas keilmuan yang tinggi, sekaligus dedikasi dalam memajukan pendidikan tinggi di UPN Veteran Jawa Timur,” ucapnya.

Prof. Akhmad mengukapkan guru besar memiliki kewajiban moral dan akademik untuk menjaga kualitas serta komitmen sebagai akademisi dengan jabatan fungsional tertinggi. “Seorang guru besar wajib menjaga kualitas dan komitmennya untuk terus berkarya dan berinovasi tanpa henti, menjadi produsen ilmu pengetahuan, karya ilmiah, serta kekayaan intelektual,”katanya.

Berita Terkait :  Kejari Nganjuk Tahan Sekdis Kominfo Dugaan Korupsi Fiber Optik Senilai Rp6 Miliar

Sementara itu, Guru Besar UPNVJT Prof. Dr. Dedin Finatsiyatull Rosida, S.TP, M.Kes menyampaikan wilayah dataran rendah dan pesisir menyimpan potensi besar sebagai tulang punggung produksi pangan nasional.

“Komoditas seperti padi, jagung, palawija, hingga hasil perikanan menjadi kekuatan utama yang perlu dioptimalkan melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satu inovasi ialah pemanfaatan umbi-umbian lokal, seperti kimpul (Xanthosoma sagittifolium), sebagai alternatif bahan pangan,” pungkasnya.

Prof. Dedin mengatakan penggunaan tepung umbi lokal tidak cuman berfungsi sebagai substitusi tepung terigu, tapi berdampak pada peningkatan kandungan pati resisten dan serat pangan.

“Kandungan tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama bagi penderita diabetes dan penyakit kardiovaskular, sebab membantu mengontrol kadar gula darah serta menjaga kesehatan sistem pencernaan dan jantung,” tuturnya.

Prof. Dedin juga mengangkat potensi keong sebagai sumber protein hewani alternatif, dimana dinilai memiliki kandungan protein tinggi, rendah lemak jenuh, serta kaya mineral penting seperti kalsium dan zat besi.

“Rangkaian peptida dan asam amino dari protein keong memiliki potensi besar sebagai flavor enhancer alami, senyawa tersebut bisa berperan menyerupai Monosodium Glutamate (MSG), tapi berasal dari sumber alami, sehingga berpeluang menjadi penyedap rasa yang lebih sehat dan aman,” tambah Prof. Dedin.

Prof. Dedin menambahkan turunan keong seperti mucin, cangkang memiliki nilai tambah tinggi, mulai dari pemanfaatan di bidang kesehatan hingga industri pangan dan farmasi melalui produksi chitosan yang bersifat antioksidan dan antikolesterol.

Berita Terkait :  Jamaah Haji Kloter 52 Asal Kab Madiun Tiba Ditanah Air, Satu Jamaah Wafat di Tanah Suci

“Pentingnya hilirisasi riset dan penguatan sumber daya manusia untuk mengembangkan pangan fungsional berbasis potensi lokal, berharap inovasi mampu meningkatkan nilai tambah produk pangan Indonesia sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!