Bojonegoro, Bhirawa
Kepedulian terhadap penyandang disabilitas kembali ditunjukkan jajaran kepolisian di daerah. Kapolres Bojonegoro, Afrian Satya Permadi bersama Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Bojonegoro mengunjungi kediaman Ainur Riza (17), seorang remaja penyandang disabilitas, di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/4).
Dalam kunjungan ini, rombongan menyerahkan bantuan berupa bingkisan dan tali asih kepada Ainur dan keluarganya. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi dukungan moral agar Ainur tetap semangat menjalani pendidikan.
Kapolres Bojonegoro mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dengan keterbatasan fisik yang tetap memiliki semangat untuk menjalani kehidupan dan pendidikan.
”Kami berharap bantuan ini bisa menjadi penyemangat agar Ainur terus bersekolah dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Afrian juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa membantu sesama tidak harus dalam skala besar, melainkan dapat dimulai dari hal sederhana.
”Kehadiran kami ini adalah bentuk dukungan dan kepedulian. Semoga bisa memberi manfaat nyata bagi Ainur dan keluarganya,” katanya.
Kapolres menambahkan, nilai kepedulian sosial tersebut juga sejalan dengan ajaran islam bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesame. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata serta sedikit meringankan beban keluarga.
”Ini juga sebagai bentuk kehadiran Polri dan Bhayangkari di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Diketahui, Ainur Riza merupakan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Ia adalah anak dari almarhum Muslih dan Siti Alimah. Ainur kini tercatat sebagai siswa kelas X di SLB Negeri Sumbang Bojonegoro. Dalam keseharian, tak hanya menempuh pendidikan, tetapi juga membantu ibunya bekerja membersihkan gagang tembakau di gudang belakang rumah serta mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Kondisi ini mencerminkan keteguhan Ainur dalam menghadapi keterbatasan. Di usia remaja, ia telah menunjukkan tanggung jawab untuk ikut menopang kehidupan keluarga setelah ayahnya meninggal dunia.
Kisah Ainur menjadi pengingat bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang untuk tetap berusaha dan berkontribusi. Dukungan dari lingkungan sekitar diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan mandiri. [bas.fen]


