32 C
Sidoarjo
Thursday, April 16, 2026
spot_img

Apresiasi 35 Medali ASEAN Para Games 2025, Khofifah Hadiahi Atlet Paralimpik Jatim Rp1,845 M

Surabaya, Bhirawa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan bonus apresiasi total Rp1,845 miliar kepada 15 atlet paralimpik serta dua pelatih asal Jatim yang sukses berprestasi di ASEAN Para Games XIII Thailand 2025.

Acara penyerahan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (15/4). Gubernur Khofifah ditemani Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono dan Ketua NPCI Jatim Imam Kuncoro.

Kontingen Jatim meraih total 35 medali di Thailand: 10 emas, 19 perak, dan 6 perunggu. Prestasi ini diraih 15 atlet dari enam cabang: para atletik, para renang, para panahan, para bulu tangkis, para tenis meja, serta voli duduk.

Khofifah menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta perjuangan para atlet dan pelatih yang mengharumkan nama Jatim di ajang internasional.

“Alhamdulillah kawan-kawan atlet paralimpik Jatim sudah memberikan dedikasi yang terbaik dan terus mencapai prestasi terbaiknya. Terakhir ini ASEAN Para Games,” ujarnya.

Capaian ini, lanjutnya, mencerminkan pembinaan olahraga paralimpik di Jatim yang konsisten dan terstruktur. Khofifah menyoroti keseimbangan antara latihan fisik ketat dan penguatan mental sebagai fondasi utama sukses di kompetisi yang penuh variasi.

“Terima kasih karena pelatihnya luar biasa, atletnya juga sangat luar biasa. Bagaimana pentingnya membangun kedisiplinan, ada sisi pelatihan fisik, ada pengasahan mental. Dua-duanya dibutuhkan karena setiap kompetisi biasanya tantangannya dinamik, berbeda-beda,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Medvedev Akhiri Awal Sempurna Alcaraz Untuk Rebut Final Indian Wells

“Saya yakin bahwa ketahanan fisik yang terlahir dengan disiplin dan ketahanan mental yang terasah akan terus mengantarkan prestasi gemilang berikutnya,” tambah Khofifah.

Ia juga memuji peran sport science dari UNESA dalam mendongkrak performa atlet. Pemprov Jatim berencana mereview pengembangan pusat pelatihan terintegrasi yang lebih optimal dan inklusif.

“Tadi yang dijelaskan Bapak Imam Kuncoro bagaimana sebetulnya terkait pusat pelatihan terintegrasi akan dibahas ulang dengan Kadispora dan Pak Sekda, tentu kalau menyiapkan pusat pelatihan integrasi formatnya seperti apa yang bisa lebih efektif bagi atlet paralimpik ini,” katanya.

Khofifah mendorong pemetaan kekuatan atlet secara nasional dan internasional untuk strategi pembinaan yang lebih tajam.

“Penting juga terkait pemetaan kompetitor atlet lainnya, pasti semua dalam pemetaan NPCI. Jadi secara nasional punya peta kekuatan atlet dari negara lain, jadi NPCI Jatim juga harus punya pemetaan itu,” lanjutnya.

Bonus ini, tegasnya, adalah penghargaan konkret atas jerih payah para atlet, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tak menghalangi prestasi luar biasa.

“Para atlet ini adalah inspirasi bagi kita semua. Ini adalah buah dari semua kerja keras, pengorbanan, latihan panjang, serta mental juara yang ditempa dari waktu ke waktu,” tegasnya.

“Oleh karena itu, saudara semua telah membuktikan bahwa atlet paralimpik Jawa Timur mampu bersaing, berprestasi, dan menjadi kebanggaan di tingkat regional maupun internasional,” katanya.

Berita Terkait :  Indonesia Juara Umum dan Buat Perubahan Penyelenggaraan AUG

Khofifah berharap bonus ini memicu motivasi lebih tinggi bagi atlet dan pelatih, sambil menjaga pembinaan yang terarah.

“Tetap semangat untuk terus menjaga seluruh stamina yang dimiliki, skill terus ditingkatkan dan bagaimana kita melakukan pemetaan atlet. Kemampuan yang sudah dimiliki tolong terus dijaga dan ditingkatkan dan tetap dalam koridor pembinaan yang tertuntun dan terukur,” jelasnya.

“Semoga ini bisa memotivasi semua atlet paralimpik untuk terus berlatih dan berkompetisi secara maksimal. Harapannya ini bisa menjadi energi baru untuk berjuang menghadapi kompetisi berikutnya,” pesannya menambahkan.

Ketua NPCI Jatim Imam Kuncoro menegaskan, penghargaan ini melampaui medali, ia mencerminkan ketekunan dan pembinaan jangka panjang.

“15 atlet Jatim berprestasi di Asean Para Games Thailand membuktikan hasil investasi pembinaan yang terukur. Prestasi tidak lahir instan tetapi berjenjang dan penuh kesabaran,” katanya.

Kolaborasi Pemprov Jatim via Dispora dan NPCI telah melahirkan atlet berprestasi sejak usia dini. Pada Oktober 2025, mereka menjaring 350 calon atlet muda dari seluruh kabupaten/kota.

“Oktober 2025 kami melaksanakan pencarian bibit atlet di kabupaten kota se Jatim. Hasilnya menjaring sekitar 350 calon atlet muda yang bersiap menjadi generasi penerus di masing-masing cabang olahraga,” tuturnya.

Imam berterima kasih kepada Khofifah atas dukungannya, yang memperkuat semangat kesetaraan olahraga disabilitas.

“Selain itu membangun semangat kesetaraan sehingga olahraga disabilitas mendapat ruang yang luas di tengah masyarakat. Jangan hitung yang hilang ditubuh tapi hitung berapa prestasi yang sudah dan akan kalian berikan bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Dani Atlet Terkecil Mampu Sumbang Perak Kejurprov Catur di Blitar

Atlet para renang Mutiara Cantik pun berbagi kegembiraannya atas dukungan Pemprov Jatim. Medali emasnya lahir dari perjuangan panjang.

“Medali yang saya bawa pulang dari ASEAN Para Games ini hasil dari proses panjang yang tidak mudah. Bagi atlet disabilitas, setiap detik pemusatan latihan adalah perjuangan untuk melampaui batas fisik dan mental. Satu hal yang menguatkan saya diarena pertandingan, saya membawa nama besar Jawa Timur,” kata Mutiara.

“Terima kasih Pemprov Jatim tidak membiarkan kami berjuang sendirian. Semoga dengan adanya apresiasi ini bisa mendorong kami untuk lebih berprestasi lagi,” pungkasnya. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!