Situbondo, Bhirawa
Keluarga besar SMAN 2 Situbondo atau biasa dikenal dengan sebutan Smada Prima mengikuti rangkaian puncak hari jadi ke-49, Senin malam (13/4). Acara tersebut diawal parade aktraksi program unggulan siswa dan disambung dengan kegiatan religius, melantunkan sholawat Bening.
Kepala Smada, Nikmatil Hasanah dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan hari jadi tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sebagai sarana memperkuat karakter spiritual dan sosial para peserta didik. Hal ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai agama, akhlak, serta kepedulian sosial, sekaligus menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan bersholawat ini, kami ingin menyatukan semangat seluruh warga sekolah untuk terus meraih keberkahan dan memberikan manfaat bagi sesama,” tutur mantan Kepala SMAN 5 Jember itu.
Masih kata Nikmatil Hasanah, selain bersholawat, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan SMADA Prima selama hampir lima dekade dalam dunia pendidikan. Ia berharap, di usia ke-49 ini, SMADA Prima semakin maju dan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.
“Kami, SMA Negeri 2 Situbondo, terus berkomitmen untuk berbenah, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi putra-putri Situbondo,” terang mantan Kepala SMAN 1 Kapongan, Situbondo itu.
Nikma juga menyampaikan bahwa melalui lantunan sholawat, seluruh pihak berharap keberkahan bagi SMAN 2 Situbondo agar tetap menjadi sekolah yang dicintai dan dipercaya masyarakat, serta mampu memberikan dampak positif secara nyata.
“Melalui lantunan sholawat, kita memohon keberkahan agar SMAN 2 Situbondo tetap menjadi sekolah yang dicintai, dipercaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Nikmatil Hasanah kembali mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan hari jadi SMAN 2 Situbondo dengan menampilkan bakat siswa, menumbuhkan jiwa sosial dan toleransi, serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan melalui doa bersama, kajian keislaman, dan pentas seni religi.
“Melalui kegiatan ini, kami juga melatih siswa dalam berorganisasi melalui kepanitiaan dan pengelolaan acara. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana publikasi program unggulan dan prestasi siswa, serta mendorong mereka meraih prestasi akademik maupun non akademik melalui berbagai lomba, sekaligus menanamkan citra positif SMAN 2 Situbondo,” ungkap wanita yang mengawali menjadi guru di Smada itu.
Sementara itu, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, menyampaikan rasa syukur atas keberkahan yang telah mengiringi perjalanan SMAN 2 Situbondo hingga saat ini. Ia juga mengapresiasi konsistensi sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut setiap tahun.
“Alhamdulillah, kita kembali dipertemukan dalam momentum SMADA Prima Bersholawat. Bahkan, telah direncanakan pada tahun depan akan digelar lebih meriah dalam rangka menyambut usia emas ke-50. Semoga diberikan umur panjang, kesehatan, dan keberkahan oleh Allah SWT,” urai KHR Azaim.
Kiyai Azaim Ibrahimy menambahkan, di balik terselenggaranya kegiatan ini terdapat sosok perintis yang telah memberikan inspirasi bagi banyak pihak. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
“Dalam hadis disebutkan bahwa siapa yang merintis suatu kebaikan dan diikuti oleh banyak orang, maka setiap kebaikan yang dilakukan itu akan menjadi investasi pahala baginya, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat,” pungkas KHR Azaim. [awi.wwn]


