Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, data yang akurat dan valid dari pelaku usaha menjadi kebutuhan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Karena data yang dilaporkan melalui LKPM menjadi bahan dasar analisis yang kemudian disinkronkan dengan data Badan Pusat Stastik, untuk menghasilakan indikator kinerja, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran hingga ketimpangan.
Demikian antara lain poin penting disampaikan Wali Kota dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Online Single Submission – Risk Based Approach (OSS-RBA) sekaligus LKPM tahun 2026 di Balai Kota Mojokerto, Senin (6/4).
Menurutnya, data yang akurat dan valid dari pelaku usaha menjadi kebutuhan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi. “Pemerintah itu butuh data. Data investasi ini sangat penting karena menjadi dasar dalam melihat kondisi riil ekonomi daerah,” tuturnya.
Selain itu Ning Ita, sapaan akrab wali kota menegaskan bahwa pelaporan LKPM bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban yang diatur dalam regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang perizinan berusaha berbasis risiko.
Dalam aturan tersebut, pemerintah daerah memiliki peran dalam melakukan pembinaan, pengawasan, serta verifikasi data yang dilaporkan pelaku usaha. “Kami wajib membina, mengawasi, sekaligus memverifikasi data LKPM. Maka pelaku usaha juga wajib melaporkan secara benar dan faktual,” tegasnya.
Pemkot Mojokerto menargetkan tingkat kepatuhan pelaporan LKPM dapat mencapai 100 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus melakukan pendampingan serta memberikan kemudahan dalam proses perizinan melalui sistem OSS. “Ini adalah kerja bersama. Pemerintah menyiapkan regulasi dan fasilitas, sementara pelaku usaha menjalankan kegiatan usahanya sekaligus melaporkan secara tertib,” kata Ning Ita.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat terus diperkuat, sehingga iklim investasi di Kota Mojokerto semakin kondusif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Kalau investasi tumbuh, ekonomi juga bergerak. Pada akhirnya kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” pungkasnya.[min,oky.ca]


