Khusnul Arif
Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Khusnul Arif meminta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota mempercepat penyelesaian perbaikan jalan.
Ia menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan sudah rampung paling lambat H-7 sebelum Lebaran agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas para pemudik.
“Pekerjaan rutin dan pekerjaan berkala saat ini sebagian sudah memasuki tahap finishing. Kami mendorong agar H-7 Lebaran sudah tidak ada lagi pekerjaan perbaikan jalan, karena jika masih berlangsung tentu akan mengganggu arus lalu lintas,” ujar Khusnul Arif, yang akrab disapa Mas Pipin di Kediri, Selasa (10/3).
Menurutnya, kesiapan infrastruktur jalan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus mudik. Berdasarkan pemantauan Komisi D DPRD Jatim, progres perbaikan jalan di sejumlah wilayah Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 85 persen.
“Untuk kesiapan arus mudik Lebaran, yang pertama tentu kita memantapkan kesiapan jalan,” katanya.
Politisi Partai NasDem itu juga mendorong Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur mengambil langkah antisipatif dan mitigatif, terutama menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Kerusakan jalan seperti lubang maupun permukaan bergelombang, kata dia, perlu segera diperbaiki demi keselamatan pengguna jalan.
“Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini, jalan berlubang maupun bergelombang harus segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.
Komisi D DPRD Jatim, lanjutnya, juga menampung berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan di sejumlah daerah. Salah satu titik yang sempat menjadi sorotan berada di wilayah Kota Kediri dan kini telah mulai diperbaiki.
“Beberapa keluhan masyarakat di sejumlah titik sudah kami fasilitasi, termasuk di Kota Kediri. Alhamdulillah dalam beberapa hari terakhir sudah mulai dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Selain kesiapan infrastruktur, Mas Pipin juga menyoroti kesiapan pelayanan bagi pemudik. Ia menyebut Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) akan menyiapkan posko di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mempermudah koordinasi dan penanganan jalan selama arus mudik. Di Kota Kediri, posko tersebut berada di sekitar Polres Kediri Kota.
Di sisi lain, ia meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan dinas perhubungan kabupaten/kota memperkuat koordinasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.
Berbagai fasilitas pendukung seperti ram check kendaraan, rest area, hingga layanan kesehatan bagi pemudik diminta dipersiapkan secara maksimal. Bahkan di sejumlah rest area direncanakan tersedia layanan pemeriksaan kesehatan hingga tes urine bagi pengemudi sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan.
“Kami meminta agar koordinasi dilakukan secara masif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan para pemangku kepentingan lainnya, termasuk kepolisian, terutama terkait rekayasa lalu lintas selama arus mudik,” pungkasnya. [van/nov.gat]


