“Perpindahan ibu kota dilakukan secara terukur, mengikuti progres pembangunan dan kesiapan layanan di IKN,”
Penajam Paser Utara, Bhirawa
Pemerintah menargetkan perpindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Provinsi Kalimantan Timur mengikuti kemajuan pembangunan dan kesiapan layanan di IKN.
“Perpindahan ibu kota dilakukan secara terukur, mengikuti progres pembangunan dan kesiapan layanan di IKN,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago ketika meninjau IKN, Rabu, di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Pemindahan dapat dilakukan bertahap bagi kementerian yang infrastrukturnya sudah siap, lanjut dia, apabila sarana prasarana sudah tersedia sebagian pegawai kementerian bisa mulai berkantor di IKN.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan ibu kota negara baru Indonesia sebagai pusat pemerintahan baru, termasuk dukungan infrastruktur dasar dan fasilitas publik yang dibutuhkan aparatur negara
“Fasilitas inti pemerintahan ditinjau, terutama kesiapan infrastruktur utama dan fasilitas pendukung yang akan menopang aktivitas pemerintahan di IKN,” jelasnya.
“Perkembangan infrastruktur di kawasan IKN menunjukkan kemajuan dan siap digunakan untuk mendukung aktivitas pemerintahan,” tambahnya.
Kesiapan infrastruktur dan fasilitas IKN
menyambut aktivitas aparatur negara menjadikan sebagai menjadikan pusat pemerintahan baru Indonesia, harus diperhatikan dan dipastikan dengan baik.
Sejumlah kementerian saat ini tengah mempersiapkan tahapan perpindahan pegawai secara bertahap, menyesuaikan kesiapan gedung serta layanan pendukung di ibu kota negara baru Indonesia tersebut.
Fasilitas hunian, rumah sakit, sekolah sampai pasar di kawasan ibu kota negara baru Indonesia, kata Djamari Chaniago, menjadi modal penting untuk mendukung perpindahan ke IKN. [ant.kt]


