“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX”
Jakarta, Bhirawa
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy memastikan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan dampak dari eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Ia mengatakan terdapat kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman gangguan rantai pasok global utamanya terkait energi, akibat dilakukannya penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
“Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat,” ujar Irvan kepada awak media di Jakarta, Rabu.
Irvan memastikan bahwa koreksi IHSG sejalan dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia, bahkan Bursa Korea Selatan sempat mengalami trading halt karena turun lebih dari 8 persen pada perdagangan hari ini
“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX, dan Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8 persen,” ujar Irvan.
Data perdagangan pada Rabu (4/3) pukul 11.11 WIB, IHSG tercatat melemah 251,47 poin atau 3,17 persen ke posisi 7.688,29.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.843.291 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,95 miliar lembar saham senilai Rp15,89 triliun. Sebanyak 66 saham naik 703 saham menurun, dan 43 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia pada waktu yang sama, antara lain indeks Nikkei melemah 1.883,40 poin atau 3,35 persen ke 54,395,69, indeks Shanghai melemah 59,11 poin atau 1,43 persen ke 4.063,57, indeks Kospi melemah 417,32 poin atau 7,21 persen ke 25.052,00, indeks Hang Seng melemah 717,01 poin atau 2,78 persen ke 25.051,06, dan indeks Strait Times melemah 112,50 poin atau 2,29 persen ke 4.804,14.[ant.kt]


