DPRD Jatim, Bhirawa
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, menyoroti terjadinya longsor di jalur penghubung Pacitan–Ponorogo serta Ponorogo–Trenggalek dalam sepekan terakhir. Ia menegaskan, kondisi ini harus menjadi perhatian serius menjelang arus mudik Lebaran.
Menurut Diana, jalur selatan Jawa Timur memiliki kontur perbukitan yang rentan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Jika tidak ditangani secara cepat dan terukur, hal ini bukan hanya mengganggu konektivitas antarwilayah, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pemudik.
“Jalur Pacitan–Ponorogo dan Ponorogo–Trenggalek adalah akses vital, apalagi menjelang mudik. Ditambah lagi itu jalan nasional, maka koordinasi dengan BBJJ. Kita tidak bisa menunggu sampai arus kendaraan padat baru bergerak. Mitigasi harus dilakukan sekarang,” tegas politisi PDIP ini.
Sebagai mitra pengawas sektor infrastruktur dan kebencanaan, Komisi D akan meminta laporan penanganan dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur terkait kondisi struktur jalan dan tebing rawan, serta kesiapan alat berat dan personel. Selain itu, koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur juga harus diperkuat untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal.
Diana menekankan bahwa aspek keselamatan tidak hanya menyangkut pengguna jalan, tetapi juga warga yang tinggal di sekitar lereng dan radius bahaya longsor.
“Jika ada pemukiman dalam radius rawan terdampak longsor susulan, evakuasi sementara harus menjadi opsi yang disiapkan. Jangan sampai kita hanya fokus membuka akses jalan, tetapi lupa melindungi warga yang tinggal di bawah tebing,” ujarnya.
Ia meminta pemetaan zona rawan dilakukan secara detail, termasuk pemasangan rambu peringatan dan pembatasan kendaraan berat di titik-titik tertentu sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman. Diana juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan melewati jalur yang belum sepenuhnya stabil.
“Keselamatan lebih penting dari kecepatan sampai tujuan. Jika ada imbauan penutupan atau pengalihan arus, ikuti arahan petugas,” katanya.
Menjelang musim mudik dan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, Diana menegaskan bahwa sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan.
“Evaluasi ini harus menjadi momentum perbaikan jangka panjang. Infrastruktur di kawasan rawan longsor tidak boleh dikelola secara reaktif. Kita ingin mudik tahun ini aman, lancar, dan tanpa korban,” pungkasnya. [geh.kt]


