25 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

MHQ PKS Jatim Menggetarkan: 38 Daerah Beradu Hafalan, Tunanetra 57 Tahun Hafal 11 Juz

Surabaya, Bhirawa

Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur yang digelar Minggu (1/3) berlangsung khidmat dan penuh haru.

Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 38 DPD PKS kabupaten/kota se-Jawa Timur itu tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai Qur’ani di internal partai.

Bertempat di Kantor DPW PKS Jawa Timur, para juara terbaik dari tingkat daerah beradu hafalan untuk memperebutkan tiket menuju ajang nasional. Suasana ruangan dipenuhi lantunan ayat suci, disaksikan pengurus, dewan juri, dan kader yang hadir.

Sekretaris DPW PKS Jawa Timur, Muhamad Syadid, menegaskan bahwa MHQ bukan sekadar perlombaan tahfidz biasa.

“Ini bukan hanya musabaqah biasa, tapi pesta langit. Njenengan semua adalah bintang utama hari ini. Sejak berangkat dari daerah, para malaikat sudah mengepakkan sayapnya mengawal para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menekankan, para peserta yang hadir merupakan hasil seleksi terbaik dari masing-masing daerah. Dari tingkat wilayah ini, akan dipilih perwakilan Jawa Timur untuk bersaing di tingkat nasional bersama peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Jangan hanya membawa pulang trofi. Sepulang dari sini, tugasnya adalah menghadirkan pelayanan di tengah masyarakat. Kalau dekat dengan Al-Qur’an, harapannya punya akhlak Qur’an yang bisa terus menebar kebaikan,” tegasnya.

Ketua Panitia Ramadhan DPW PKS Jatim, Darmidi, menambahkan pelaksanaan MHQ secara berjenjang dari tingkat daerah hingga wilayah menjadi bukti konsistensi pembinaan kader berbasis nilai spiritual.

Berita Terkait :  Sebanyak 1.210 Warung Pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Sidoarjo Selesai Direnovasi

“Hari ini kita membuktikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar para huffazh dari kalangan kader. Ini bisa menjadi gerakan besar pembinaan Al-Qur’an ke depan,” ujarnya.

Di antara ratusan peserta, satu sosok membuat suasana mendadak hening dan haru. Harianto (57), peserta asal Kota Madiun, merupakan tunanetra sejak lahir. Namun keterbatasan fisik tak menghalanginya menghafal 11 juz Al-Qur’an.

Dengan suara tenang dan hafalan yang kuat, ia melantunkan ayat-ayat suci di hadapan para penguji. Saat ditanya alasannya menghafal Al-Qur’an meski tak bisa melihat, jawabannya sederhana namun menyentuh.

“Kalau orang yang bisa melihat cukup bawa satu mushaf kecil, bisa dikantongi. Kalau saya, satu juz satu buku braille tebal. Kalau 30 juz bisa satu becak. Maka saya pikir, lebih baik dimasukkan ke kepala saja supaya ringan dibawa,” ujarnya.

Harianto menghafal melalui mushaf braille dan murotal yang ia dengarkan berulang-ulang. Ia mengaku tak pernah terpikir mengikuti lomba. Baginya, menghafal Al-Qur’an adalah bentuk syukur dan kebutuhan pribadi.

“Saya hanya ingin dekat dengan Al-Qur’an,” katanya lirih.

Salah satu penguji dari Biro Al-Qur’an BKAP DPW PKS Jatim, Komari, mengaku tak kuasa menahan haru saat menilai bacaan Harianto.

“Bacaan beliau sangat bagus dan hafalannya kuat. Ini pelajaran besar bagi kita semua. Kalau beliau yang memiliki keterbatasan saja bisa menghafal 11 juz, apa alasan kita yang sehat untuk tidak dekat dengan Al-Qur’an?,” tuturnya.

Berita Terkait :  Tiga Desa di Lereng Arjuno-Welirang dapat Bantuan Pipanisasi dari Pj Gubernur

Kini, Harianto menargetkan menyelesaikan hafalan 30 juz. Di sela aktivitasnya mengajar Al-Qur’an di Madiun, ia terus belajar memanfaatkan teknologi berbasis suara untuk memperkuat hafalannya.

MHQ PKS Jatim tahun ini pun tak hanya melahirkan juara, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tentang ketekunan, keikhlasan, dan kekuatan Al-Qur’an dalam membentuk karakter. [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!