27 C
Sidoarjo
Saturday, March 21, 2026
spot_img

Petugas Gabungan Sidak Parcel Lebaran, Temukan Produk Cacat dan Tak Berizin Edar

Tulungagung, Bhirawa
Petugas gabungan kembali menemukan produk makanan dan minuman untuk parcel yang tidak layak diedarkan dan dikonsumsi masyarakat. Temuan tersebut didapat setelah mereka melakukan sidak di dua toko swalayan besar di Kota Tulungagung.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Fira Permata Sari, Jumat (27/2), mengungkapkan dari sidak yang dilakukan bersama BPOM Kediri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung serta Dinas Koperasi Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung itu ditemukan kemasan produk makanan dan minuman yang penyok. Selain juga produk impor yang tidak ada izin edarnya.

“Kami sudah melakukan pembinaan terhapa manajer kedua swalayan itu, agar dilakukan perbaikan sehingga jangan sampai ada temuan lagi,” ujarnya.

Fira menyebut produk makanan dan minuman yang kemasannya penyok harus ditarik dari display (penataan barang). Tidak boleh sampai dijual pada masyarakat.

“Selain itu, produk impor yang tidak ada izin edarya juga harus ditarik. Semua produknya harus ditarik dikembalikan pada distributornya,” paparnya.

Ia mengungkapkan produk impor yang ditemukan tidak ada izin edarnya tersebut merupakan produk bumbu dapur yang berasal dari China. “Kalau produk impor harus punya izin edar dari Indonesia,” tandasnya.

Menurut perempuan berjilbab ini kemasan produk makanan dan minuman tidak boleh penyok. “Kalau kemasannya penyok isi di dalamnya pasti berubah kualitasnya. Rasanya berubah. Mungkin komposisinya pasti akan terjadi perubahan. Entah apanya yang hilang dan Itu tentu merugikan konsumen,” paparnya.

Berita Terkait :  Pemkot Surabaya Perkuat Program Sanitasi dan Pengelolaan Sampah Menuju Kota Sehat 2025

Produk makanan dan minuman yang dijual di retail, lanjut dia, harus sesuai dengan aturan BPOM Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penerapan Sistem Jaminan Keamanan dan Mutu Pangan Olahan di Sarana Peredaran. “Itu harus dipatuhi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fira menegaskan jika sidak akan kembali dilakukan sewaktu-waktu untuk menindaklanjuti temuan petugas gabungan saat ini di dua swalayan itu. “pasti ada sidak lanjutan untuk follow up temuan hari ini. Sidak akan dilakukan sewaktu-waktu,” terangnya.

Sebelumnya, Fira menyatakan jika sidak di bulan Ramadan rutin dilakukan oleh tim gabungan. Lokasinya selalu berubah tidak hanya di swalayan tertentu.

“Agenda rutin yang dilakukan setiap tahun. Kita pun selalu berpindah tempat. Semuanya untuk menjaga kualitas keamanan pangan,” pungkasanya. [wed.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!