Kota Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi yang berdampak nyata. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 2026, ribuan mahasiswa diterjunkan bukan sekadar untuk menjalankan rutinitas, melainkan membawa solusi konkret atas persoalan di desa hingga ke level internasional.
Puncak dari program ini ditampilkan dalam pameran produk dan inovasi mahasiswa KKN yang digelar Rabu (25/2) kemarin. Sebanyak 450 mahasiswa yang terbagi dalam 17 kelompok memamerkan hasil pendampingan masyarakat, termasuk capaian membanggakan dari kelompok pengabdian internasional di Penang, Malaysia.
Wakil Rektor IV UMM, Prof. Dr. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa pascapandemi, UMM mengembalikan model KKN berbasis tinggal bersama masyarakat (live-in). Namun, standar yang ditetapkan kini jauh lebih tinggi dengan prinsip “KKN Berdampak”.
“Program KKN harus memberikan kontribusi yang tidak mungkin ada jika mahasiswa tidak hadir di sana. Jadi bukan sekadar mengajar atau menjadi panitia lomba, tetapi harus menghadirkan sesuatu yang baru, baik itu teknologi tepat guna maupun penguatan ekonomi lokal,” tegas Prof. Salis.
Ia menambahkan, kampus kini mulai menyusun data dasar (baseline) pengembangan desa agar program tidak mangkrak setelah mahasiswa pulang. Targetnya, dalam tiga hingga lima tahun ke depan, terjadi perubahan struktural di lokasi KKN. Mahasiswa periode berikutnya akan melanjutkan estafet solusi yang sudah dirintis, bukan memulai dari nol.
Beberapa karya nyata yang dihasilkan antara lain optimalisasi sistem irigasi berbasis partisipasi warga untuk efisiensi distribusi air pertanian. Di sektor pariwisata, mahasiswa melakukan revitalisasi Kampung Warna-Warni Jodipan melalui pelatihan bahasa asing bagi warga demi menyambut wisatawan mancanegara.
Tak hanya di dalam negeri, pengabdian lintas negara dilakukan di Malaysia dengan menyasar anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Di sana, mahasiswa memberikan penguatan literasi dan motivasi pendidikan agar anak-anak migran tetap memiliki akses belajar yang layak.
Inovasi mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Malang. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Ricky Meinardi, S.T., M.T., menyebut pola KKN UMM sebagai model pengabdian ideal.
“Mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tapi memberi solusi atas problem desa. Kami berharap sinergi ini diperkuat agar inovasi mahasiswa benar-benar memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan Kabupaten Malang secara keseluruhan,” ujar Ricky. [mut.wwn]


