31 C
Sidoarjo
Saturday, March 21, 2026
spot_img

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan Mela Rusdi Sebut Al-Quran Adalah Fondasi Ketahanan Keluarga

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo (kanan dua) saat Tadarus Al-Quran lintas organisasi wanita di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Rabu (25/2).

Pemkab Pasuruan, Bhirawa
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, menegaskan bahwa ketahanan sebuah daerah sangat bergantung pada kekuatan spiritualitas di unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

Hal itu ia sampaikan di sela-sela kegiatan Tadarus Al-Quran lintas organisasi wanita di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Rabu (25/2) pagi.

Memasuki hari ketujuh Ramadhan 1447 Hijriah, sosok yang akrab disapa Mela Rusdi ini menginisiasi pertemuan spiritual yang mempertemukan berbagai elemen perempuan, mulai dari PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga organisasi otonom keagamaan seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.

Bagi Mela, kehadiran tokoh-tokoh perempuan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan konsolidasi moral.

“Sebagai bagian dari Gerakan PKK, khususnya Pokja I yang mengemban mandat pembinaan karakter, tadarus Al-Quran menjadi sangat krusial. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang berlandaskan iman dan takwa,” tandas istri Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.

Mela menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam membentuk wajah generasi masa depan. Di matanya, ibu adalah madrasah pertama yang harus memiliki kedekatan batin dengan nilai-nilai agama agar mampu melahirkan generasi berakhlak mulia.

“Di dalam Al-Quran, semua tuntunan hidup sudah tersedia. Tadarus ini adalah cara efektif mengajak para ibu untuk kembali dekat dengan agama, membiasakan diri membaca dan menghayati Al-Quran dalam keseharian,” tambahnya.

Berita Terkait :  Rutan Dukung Program Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Imipas

Pantauan di lokasi menunjukkan tadarus dimulai tepat pukul 08.00. Para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengkhatamkan 30 juz Al-Quran secara kolektif.

Suasana khidmat tersebut ditutup dengan tausiah dari Nyai Hj. Imama asal Bangil yang memberikan pendalaman mengenai makna ketaqwaan pasca Ramadan.

Lebih jauh, Mela Rusdi memandang Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan fase transisi untuk memperbaiki niat dalam pelayanan publik.

Ia mengajak seluruh kader PKK dan organisasi wanita untuk memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Pasuruan.

“Makanya, mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat komitmen pengabdian kita kepada masyarakat,” harapnya.

Bagi Mela, membiasakan interaksi dengan Al-Quran adalah kunci ketenangan batin di tengah kompleksitas tugas organisasi.

Ia meyakini bahwa dengan batin yang tenang dan urusan yang dimudahkan oleh Allah SWT, pengabdian kepada warga Kabupaten Pasuruan akan berjalan lebih optimal dan penuh keberkahan.

“Semoga setiap ayat yang dilantunkan membawa keberkahan bagi Kabupaten Pasuruan agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” jelas Mela Rusdi. [*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!