Surabaya, Bhirawa
Ratusan siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah (SDM) 16 Surabaya bersuka cita mengikuti pawai di jalanan di sekitar Baratajaya dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 H, Jumat (13/2). Para siswa mengenakan berbagai atribut kreatif dan membawa poster buatan sendiri yang berisi ajakan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan kepada warga masyarakat, para siswa menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 H dengan membagikan jadwal Imsyakiyah.
Menurut Kepala Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya, Ustadzah Ely Rhodlifah SH MPd, pawai menyambut datangnnya Bulan Suci Ramadan ini merupakan bagian dari agenda tahunan untuk mengingatkan siswa sekaligus syiar kepada masyarakat luas.
“Tujuannya agar para siswa ingat bahwa besok kita sudah menyambut Bulan Suci Ramadan. Selain syiar, ini juga pengingat bagi mereka untuk menyiapkan diri, meningkatkan ibadah, serta menjaga kesehatan menyambut bulan yang ditunggu-tunggu setiap Umat Muslim ini,” ujar Ely ketika ditemui usai pawai.
Ustadzah Ely menjelaskan, pawai dibagi menjadi dua rute. Siswa kelas I hingga III berkeliling di area sekitar RW 04, yakni rute terdekat dengan sekolah. Sementara siswa kelas atas (kelas IV hingga VI) menempuh rute yang lebih jauh hingga melewati persimpangan Terminal Bratang. Menariknya, poster-poster berisi ajakan kebaikan yang dibawa siswa merupakan hasil karya mereka sendiri, beberapa di antaranya dibuat dengan bersinergi bersama orang tua di rumah.
“Dalam pawai ini para siswa juga membagikan jadwal Imsyakiyah kepada warga masyarakat yang ditemuinya di jalanan. Sekaligus menginformasikan dan mengajak kalau Bulan Ramadan segera tiba esok hari,” ujar Ustadzah Ely.
Belajar Demokrasi Lewat Pemilihan E-Voting Ketua IPM Kid
Tak hanya mengikuti pawai, para siswa Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya juga baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan IPM Kid (Ikatan Pelajar Muhammadiyah versi SD). Kegiatan ini dirancang sebagai implementasi nyata dari nilai Pancasila yakni Sila ke-4 dan implementasi Program Leadership sekolah yang berbasis Seven Habits (tujuh kebiasaan baik).
“Kami mengajari anak-anak pembelajaran berdemokrasi sejati. Meskipun versi anak-anak, mereka belajar bermusyawarah dan berorganisasi. Ini masuk dalam nilai Leader Program kami, karena di sini kami meyakini bahwa semua anak adalah pemimpin, setidaknya pemimpin bagi dirinya sendiri,” tambah Ustadzah Ely.
Proses seleksi IPM Kid berlangsung ketat dan transparan. Dimulai dari pendaftaran mandiri, seleksi tulis, hingga wawancara yang akhirnya mengerucut pada tiga kandidat yakni Naura Malia, Nasyitha Aqila Humaira dan Azka Alfarza Arya Krisdianto (ketiganya siswa kelas V). Puncaknya, sekolah menggelar pemungutan suara melalui sistem e-voting pada Selasa lalu.
Sebanyak 530 siswa dari kelas I hingga kelas VI menggunakan hak suaranya secara digital. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan dunia digitalisasi sekaligus memberikan hak suara yang setara bagi seluruh siswa.
“Pemimpin yang terpilih adalah mereka yang visi-misinya paling memikat teman-temannya. Kami ajarkan bahwa minimal mereka harus bisa memimpin diri sendiri. Jika sudah bisa merencanakan diri sendiri, Insya Allah kelak mereka bisa menjadi pemimpin negara yang jujur, disiplin, dan bijaksana,” tandas Ustadzah Ely. [fen.wwn]

