24.5 C
Sidoarjo
Thursday, February 12, 2026
spot_img

Merespons Tantangan Pembibitan Mangrove, TPS Perkuat Pelestarian Pesisir secara Adaptif

Surabaya, Bhirawa
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menempatkan program keberlanjutan Menanam Harapan, Menjaga Keberlanjutan sebagai salah satu program prioritas perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Melalui pembibitan mangrove, TPS berupaya melestarikan ekosistem pesisir sekaligus memperluas jangkauan manfaat pelestarian mangrove agar tidak hanya dirasakan di kawasan operasional terminal, tetapi juga oleh masyarakat pesisir di sekitarnya.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A Palupi mengatakan, program ini dirancang untuk memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

”Menanam Harapan, Menjaga Keberlanjutan merupakan program prioritas TPS yang kami rancang untuk menjawab tantangan pesisir secara lebih menyeluruh. Melalui pembibitan mangrove yang adaptif, kami berupaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperluas manfaat pelestarian, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan pembibitan di lapangan,” terangnya, Kamis (12/2).

Sementara, upaya tersebut dilakukan di tengah tantangan pembibitan mangrove yang tidak sederhana. TPS melihat bahwa salah satu tantangan utama rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir adalah keterbatasan bibit yang sesuai dengan kondisi pesisir yang berhadapan langsung dengan laut.

Perubahan arus laut dan abrasi membuat tidak semua jenis mangrove dapat tumbuh optimal, sehingga upaya rehabilitasi kerap belum memberikan hasil yang diharapkan, meskipun kesadaran masyarakat pesisir terus meningkat.

Merespons tantangan tersebut, TPS bekerja sama dengan kelompok petani mangrove lokal Kompak Mandiri Lestari untuk mendukung penyediaan bibit Rhizophora Mucronata yang dibudidayakan secara terkontrol dan siap tanam.

Berita Terkait :  Pj Gubernur Jatim Kagumi Invovasi VR dan Simulator Gempa Milik BPBD Jatim

Jenis ini dipilih karena memiliki ketahanan yang baik terhadap kondisi pesisir terbuka serta sistem akar tunjang yang mampu meredam gelombang dan mengurangi abrasi. Berbeda dengan beberapa jenis mangrove lain yang dapat menyebar secara alami, Rhizophora Mucronata memerlukan proses pembibitan sebelum ditanam di lapangan.

”Maka TPS menerapkan pembibitan adaptif sebagai sebuah proses berkelanjutan yang menempatkan pembelajaran, penyesuaian, dan kolaborasi sebagai bagian dari strategi rehabilitasi mangrove,” tandasnya.

Pendekatan ini memungkinkan proses pembibitan terus merespons perubahan kondisi pesisir, sehingga tantangan lingkungan yang dinamis dapat dihadapi secara lebih tepat dan terukur, serta keberlanjutan program tetap terjaga. [riq.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru