25 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Dari Tebu ke Energi Bersih, Danantara Matangkan Proyek Bioetanol di PT SGN Unit PG Glenmore

Surabaya, Bhirawa
Director of Plantation & Agriculture Danantara, M. Abdul Ghani, melaksanakan kunjungan kerja ke Banyuwangi dalam rangka persiapan pelaksanaan ground breaking pembangunan Pabrik Bioetanol,

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta menyelaraskan langkah strategis antar pemangku kepentingan dalam pengembangan proyek energi baru dan terbarukan.

M. Abdul Ghani menegaskan bahwa pembangunan Pabrik Bioetanol memiliki peran strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional.

“Pabrik Bioetanol ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya mendorong kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya pertanian yang berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang,” terangnya, Kamis (5/2).

Sementara itu, dalam kunjungan kerja tersebut didampingi oleh Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, Direktur Strategic Sustainability PT SGN, serta diikuti oleh perwakilan Pertamina New & Renewable Energy (NRE).

Kehadiran seluruh pihak mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung percepatan realisasi proyek strategis nasional.

Dalam kesempatan tersebut, para pihak melakukan diskusi terkait rencana pelaksanaan ground breaking, tahapan pembangunan pabrik, serta peran dan kontribusi masing-masing pihak dalam mendukung kelancaran proyek Pabrik Bioetanol.

Sinergi antara Danantara, PT SGN, dan Pertamina NRE diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek secara terukur dan berkelanjutan.

Berita Terkait :  DPRD Jatim Desak Pemerintah Adil, Perhatikan Guru di Bawah Kemenag

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan kesiapan dan komitmen SGN dalam mendukung pengembangan bioetanol berbasis tebu.

“SGN berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengembangan Pabrik Bioetanol, mulai dari kesiapan bahan baku hingga penguatan ekosistem industri berbasis pertanian. Proyek ini sejalan dengan transformasi industri gula nasional serta upaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung program transisi energi nasional, pengurangan emisi karbon, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian dalam negeri.

Proyek ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas tebu sekaligus memperkuat ekosistem energi baru dan terbarukan berbasis pertanian.

Selain meninjau lokasi rencana pembangunan pabrik, M. Abdul Ghani juga melakukan kunjungan lapangan ke Kebun Kalitelepak dan Kebun Banyuwangi Raya untuk melihat secara langsung kondisi pertanaman tebu sebagai bahan baku utama bioetanol.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sektor hulu, sekaligus menilai potensi dan keberlanjutan pasokan bahan baku berbasis pertanian.

Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, diharapkan seluruh persiapan, baik dari sisi hulu maupun hilir, dapat dimatangkan secara menyeluruh sehingga pelaksanaan ground breaking Pabrik Bioetanol di Banyuwangi dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.[riq.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru