30 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Beras Sintanur Wangi Lembah Raung Berstatus IG, Bupati Bondowoso Dorong Daya Saing Pertanian

Bondowoso, Bhirawa
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menghadiri sekaligus meresmikan launching Indikasi Geografis (IG) Beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso dengan merek “Sintanur Wangi”. Kegiatan tersebut berlangsung di pabrik beras PT Samudera Indo Pangan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Senin (29/12).

Indikasi Geografis merupakan bentuk pengakuan negara terhadap keunikan, kualitas, dan reputasi suatu produk yang dipengaruhi oleh faktor alam serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Diraihnya status IG oleh Beras Sintanur Lembah Raung menegaskan bahwa sektor pertanian Bondowoso memiliki nilai strategis dan daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Beras Sintanur Lembah Raung dikenal memiliki kualitas unggul dengan aroma wangi dan cita rasa khas. Keunggulan tersebut dihasilkan dari kesuburan alam Lembah Raung yang dipadukan dengan keahlian para petani yang diwariskan secara turun-temurun.

Dengan perlindungan Indikasi Geografis, mutu dan keaslian produk diharapkan tetap terjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para petani Sintanur, pengurus serta anggota Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso, serta seluruh pihak yang telah bersinergi hingga terwujudnya pengakuan Indikasi Geografis tersebut.

Bupati Hamid juga menyampaikan terima kasih kepada PT Samudera Indo Pangan atas komitmennya dalam mendukung hilirisasi dan pemasaran Beras Sintanur Lembah Raung di tingkat nasional maupun internasional.

Berita Terkait :  Komitmen Presiden Prabowo Tentang Pelestarian Sejarah Perlu Ditiru Kepala Daerah

“Kami berharap, pasca launching ini, seluruh pihak dapat menjaga mutu secara konsisten, memperkuat sinergi, serta menjadikan Indikasi Geografis sebagai perlindungan produk sekaligus peluang ekonomi nyata bagi masyarakat Bondowoso,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, menjelaskan bahwa Beras Sintanur Wangi Lembah Raung telah memenuhi seluruh persyaratan Indikasi Geografis karena diproduksi di wilayah dengan kondisi agroklimat khas lereng Gunung Raung.

“Faktor tanah vulkanik, ketinggian wilayah, sumber air pegunungan, serta pola tanam dan pascapanen tradisional petani menghasilkan beras dengan aroma wangi alami dan tekstur pulen yang khas,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pengajuan Indikasi Geografis dilakukan melalui pendampingan intensif kepada kelompok tani, mulai dari standarisasi budidaya, pengolahan, hingga pengemasan.

“IG ini bukan akhir, tapi awal. Ke depan kami akan fokus pada penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas produksi, serta perluasan pasar agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani,” tambahnya.

Peluncuran Beras Sintanur Wangi Lembah Raung berstatus Indikasi Geografis tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam membangun pertanian berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan Bondowoso sebagai salah satu daerah penghasil beras premium unggulan di Indonesia.[san.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!