25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Ekosistem Batik Malangan, Dapat Penghargaan Kementrian UMKM

Peluncuran rangkaian hari batik nasional di gedung Smesco Jakarta Kamis (2/10/2025)

Kota Malang, Bhirawa
Ekosistem batik Malangan yang sarat sejarah serta kaya khazanah budaya sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif semakin mendapat perhatian di tingkat nasional. Kementerian UMKM RI bersama SMESCO menetapkan Kota Malang sebagai salah satu dari tiga kota tuan rumah Festival Batik tiga Kota. Peluncuran acara ini berlangsung dalam rangkaian Peringatan Hari Batik Nasional 2025 di Gedung SMESCO, Jakarta, Kamis (2/10) kemarin.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam pemaparannya menegaskan bahwa Kota Malang terus melakukan berbagai upaya untuk melestarikan dan memajukan ekosistem batik Malangan. “Terkini, kami baru saja menggelar Dekranasda Award. Kami juga punya program Kemis Mbois, pelatihan termasuk batik bagi disabilitas, fasilitasi legalitas, pemasaran, hingga membuka ruang riset batik Malangan,” urainya.
Pria yang akrab disapa Pak Mbois itu menjelaskan, batik Malangan yang sejarah awalnya banyak terinspirasi dari motif candi Kerajaan Singhasari (kawung singosaren) dengan warna dominan hijau, biru, dan coklat, kini juga berkembang pada motif realis yang mengangkat potensi alam, budaya, dan ikon sejarah Kota Malang. Menurutnya, perkembangan ini mampu menarik perhatian generasi muda untuk semakin mencintai batik sebagai warisan budaya tak benda (intangible heritage) dunia dari Indonesia.
“Anak-anak muda sekarang semakin suka mengenakan batik dalam berbagai cara. Ini tentu baik bagi kelestarian batik. Dan Malang unik karena memiliki Malang Creative Center yang juga berperan penting sebagai showcase, tempat workshop, sekaligus creative hub batik Malangan,” terangnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri UMKM, Sudaryono R Lamangkono menyebut bahwa sejak ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, batik semakin dikenal dan diakui dunia. “Hari ini bukanlah hanya momentum untuk mengenang, tetapi juga semangat menghidupkan dan menjaga warisan budaya (batik). Kita berharap batik semakin sering digunakan tidak hanya dalam acara formal, tetapi juga sehari-hari oleh kita semua, termasuk generasi muda,” jelasnya.
Kementerian UMKM RI, lanjut Sudaryono, sangat mengapresiasi komitmen Kota Malang, Pekalongan, dan Magelang dalam mendukung ekosistem batik di masing-masing daerah. Atas berbagai langkah nyata yang sudah dilakukan, Kota Malang juga menerima plakat penghargaan dari Kementerian UMKM RI pada momen Launching Festival Batik tiha Kota.
Festival Batik tiga Kota dijadwalkan akan digelar di Kota Malang pada 16–19 Oktober 2025, bertempat di Malang City Point (MCP).[mut.ca]

Berita Terkait :  Dukung MBG, Bupati Madiun Resmikan Operasional SPPG Krajan Mejayan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru