Surabaya, Bhirawa – Universitas Terbuka (UT) Surabaya gelar wisuda semester 2026/2027 bertajuk “Mewujudkan Generasi Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia” di Graha Unesa, Surabaya. Kegiatan di ikuti oleh 1.351 wisudawan, momentum ini jadi penanda perjalanan akademik sekaligus langkah baru para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat. Minggu, (11/10).
Direktur UT Surabaya Prof. Dr. Suparti, M.Pd. menjelaskan bahwa wisuda menjadi momentum untuk mengingat kembali proses panjang yang telah dilalui mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
“Wisuda ialah momentum penting mahasiswa setelah melalui proses pembelajaran yang tidak selalu muda, berharap yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di UT tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata di lingkungan kerja dan masyarakat,” jelasnya.
Lanjut Prof. Suparti mengatakan karakter pembelajaran UT menuntut mahasiswa memiliki kemandirian dan kemampuan mengatur waktu, ini bagian dari proses yang membentuk lulusan supaya mampu menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Mahasiswa UT memiliki perjalanan belajar yang membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan konsistensi, sebab ketika mereka sampai pada tahap wisuda, terdapat proses panjang yang patut diapresiasi, karakter terus dibawa setelah mereka menjadi alumni,” ucapnya.
Rinciannya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 531 lulusan, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) 281 lulusan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 457 lulusan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 56 lulusan, Sekolah Pascasarjana (SPs) 11 lulusan, dan Sekolah Vokasi (SV) 15 lulusan.
Prof. Suparti berharap lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perubahan serta memiliki integritas dalam menjalankan profesinya.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE, M.Si. mengukapkan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan di UT adalah bagian dari proses perjuangan yang patut diapresiasi.
“Pendidikan tinggi tidak hanya tentang mendapatkan gelar, tapi bagaimana ilmu dan kompetensi yang diperoleh dapat memberikan manfaat, para lulusan UT mampu terus belajar, beradaptasi dengan perubahan, serta memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing,” tutur Prof. Ali.
Prof. Ali menekankan pentingnya menjaga nilai dan nama baik almamater setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan. “Setelah menjadi alumni, perjalanan tidak berhenti, ada tanggung jawab membawa nama baik almamater melalui karya, profesionalisme, dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat,” pungkasnya. [ren.wwn]






