Pemprov, Bhirawa – Sekolah Aliran Sungai Surabaya kini tidak hanya menjadi wadah belajar bagi siswa PKBM Budi Utama, tetapi juga meluas menjadi pusat pendampingan lingkungan bagi sektor korporasi. Salah satunya menjadi lokasi studi banding (benchmarking) PROPER Emas bagi Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku pada Kamis (25/6).
Kegiatan susur sungai yang dimulai dari dermaga PKBM Budi Utama hingga Terminal Joyoboyo dan kembali ke dermaga PKBM ini merupakan bagian dari Program Lentera, sebuah Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Surabaya. Sebelum melakukan aksi turun ke air, rombongan peserta dari wilayah Indonesia Timur ini terlebih dahulu mengunjungi Kampung Jambangan.
Community Development Officer Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Surabaya, Chika Arianti, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi di mana korporasi mendapatkan pendampingan langsung dari PKBM Budi Utama untuk memahami tantangan lingkungan sungai yang nyata.
“Kami mendukung penuh fasilitas, publikasi kurikulum, dan materi ajar. Tujuannya untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Peran PKBM Budi Utama sangat besar sebagai tutor dan penggerak program ini,” ujar Chika.
Melalui pendampingan ini, para peserta mendapatkan perspektif baru mengenai pengelolaan ekosistem sungai. Citra Lesmana, delegasi asal Ternate, Maluku, mengaku terkesan dengan kolaborasi ini karena kondisi tersebut tidak ditemui di daerah asalnya. Menurutnya, kesadaran masyarakat memang harus terus dipupuk dan program edukasi seperti ini sangat menarik untuk dikembangkan lebih luas.
Ketua PKBM Budi Utama, Imam Rochani, menegaskan bahwa perluasan fungsi Sekolah Aliran Sungai ini terbukti efektif. Selain mengedukasi siswa, pendampingan terhadap mitra eksternal seperti Pertamina terbukti mampu mendongkrak nilai capaian PROPER PT Pertamina Patra Niaga.
“Kami berharap kehadiran perwakilan dari Papua dan Maluku ini bisa membawa pulang inspirasi untuk diimplementasikan di daerah masing-masing. Melalui pendampingan ini, kami meramu masalah lingkungan menjadi pelajaran hidup yang berkesan,” pungkas Imam. [rac.wwn]


