Bojonegoro,Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) terus memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan dan menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian. Pada 2026, DPUSDA merencanakan pembangunan lima embung baru, normalisasi 11 embung, serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 7,8 kilometer.
Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi pada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Radityo Bismoko, menjelaskan pembangunan embung baru direncanakan berada di Kecamatan Kepohbaru, Gayam, Dander, dan Purwosari. Sementara normalisasi embung dilaksanakan di Kecamatan Sumberrejo, Gayam, Baureno, Kasiman, Ngraho, Ngasem, Kapas, dan Kalitidu.
Menurut Radit, sejumlah pekerjaan embung telah rampung. Di antaranya pembangunan embung di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, serta Desa Pojok, Kecamatan Purwosari.
Sementara itu, pembangunan embung di Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, dan Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, saat ini masih dalam proses pengerjaan.
“Pembangunan embung bertujuan meningkatkan kapasitas tampungan air untuk pertanian sebagai cadangan/suplay air irigasi pada musim kemarau, sebagai resapan air untuk mempertahankan tinggi tanah. Sedangkan normalisasi dilakukan agar embung yang mengalami pendangkalan kembali berfungsi optimal,” ujar Radit, Kepada Bhirawa Kamis (2/7/2026).
Selain pembangunan embung, DPUSDA juga membangun dan merehabilitasi saluran irigasi sepanjang 7,8 kilometer. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Bojonegoro tetap terjaga.
Melalui program ini, Pemkab Bojonegoro terus memperkuat pengelolaan sumber daya air sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi dampak musim kemarau di berbagai wilayah. [bas.kt]


