Situbondo, Bhirawa – Rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 dan HUT RI ke-81 berjalan meriah sejak Minggu (9/8/2026) hingga Senin (10/8/2026). Salah satunya digelar lomba Ojhung yang notabene merupakan budaya tradisional khas turun temurun Kota Santri Situbondo membuat suasana Alun-Alun Situbondo berlangsung meriah.
Itu setelah ratusan masyarakat menyaksikan langsung keseruan lomba Ojhung, olahraga permainan tradisional yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Madura dan hingga kini masih dilestarikan di Kabupaten Situbondo.
Sedikitnya ada 64 peserta ambil bagian dalam lomba tersebut. Para peserta berasal dari tiga daerah, yakni Kabupaten Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Puluhan peserta itu dibagi menjadi dua babak. Babak A diikuti 32 peserta, sedangkan Babak B juga diikuti 32 peserta.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama dua hari.Kegiatan tersebut menjadi semakin semarak saat Bupati Situbondo bersama Dandim turut memperagakan olahraga tradisional Ojhung di tengah arena. Aksi keduanya sontak mendapat sambutan dan sorak-sorai dari masyarakat yang memadati lokasi pertandingan.
Menurut Bupati Situbondo, Mas Rio, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan lomba Ojhung, khususnya panitia Harjakasi.
Menurut Mas Rio, Ojhung bukan sekadar permainan atau pertandingan tradisional, tetapi merupakan warisan budaya masyarakat Madura yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
“Ojhung ini adalah tradisi masyarakat Madura yang masih kita jaga, kita rawat dan kita kembangkan. Mudah-mudahan dari Ojhung kita bisa belajar tentang makna sportivitas,” ujar Mas Rio.
Mas Rio kembali menegaskan, nilai sportivitas yang terkandung dalam Ojhung dinilai penting dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam upaya membangun Kabupaten Situbondo.
“Makna sportivitas ini penting dalam membangun Situbondo. Ojhung akan selamanya ada di Situbondo dan akan selamanya nanti dipertandingkan di sini,” tegasnya.
Tak hanya berbicara mengenai pelestarian budaya, Bupati aMas Rio juga berkomitmen untuk meningkatkan skala penyelenggaraan lomba Ojhung pada tahun-tahun mendatang.
Pada pelaksanaan tahun ini, total hadiah yang disiapkan mencapai Rp4 juta. Bupati berharap pada tahun berikutnya hadiah tersebut dapat ditingkatkan, khususnya untuk juara pertama.
“Saya minta Pak Sigit, tahun depan kalau bisa dari berbagai kota diundang juga untuk datang ke sini. Kalau perlu hadiahnya minimal juara satu Rp10 juta,” katanya.
Menurutnya, dengan semakin besarnya hadiah dan peserta yang datang dari berbagai daerah, Ojhung diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi wadah untuk mengembangkan olahraga tradisional sekaligus memperkenalkan budaya Situbondo kepada masyarakat yang lebih luas.
Bupati Mas Rio juga menyampaikan harapan agar dirinya bersama Wakil Bupati Situbondo dapat menjalankan amanah dalam memimpin daerah dan membawa Situbondo semakin maju, termasuk dalam bidang olahraga tradisional. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga tradisional di Situbondo.
“Doakan saja saya dan Mbak Ulfi dalam memimpin Situbondo ini amanah, Supaya dapat lebih lagi memajukan olahraga tradisional,” ucapnya.
Gelaran lomba Ojhung tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertandingan, tetapi menjadi momentum untuk menjaga keberadaan tradisi lokal agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Dengan keterlibatan peserta dari Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi, Ojhung juga berpotensi berkembang menjadi salah satu olahraga tradisional yang mampu menarik perhatian masyarakat lintas daerah. [awi.kt]


