Ghulam Maulana Ilman, S.AP., MPA – Sebagai kampus yang menyandang nama sakral hari kemerdekaan, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus memperkuat komitmennya sebagai Kampus Merah Putih yang berkarakter kebangsaan. Langkah konkret ini ditunjukkan melalui agenda napak tilas ke Makam Proklamator RI, Ir. Soekarno (Bung Karno), di Kota Blitar, Jumat (26/6).
Salah satu sosok yang berperan besar dalam kegiatan napak tilas tersebut tidak lain adalah Ghulam Maulana Ilman, S.AP., MPA., selaku Ketua Mata Kuliah Umum (MKU) Untag Surabaya periode 2025-2029. Bagi dosen muda ini, ziarah tersebut bukan sekadar ritual seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum krusial untuk melakukan reorientasi dan penyegaran ideologis. Ia memiliki misi besar membawa pulang api semangat perjuangan Bung Karno untuk ditiupkan langsung ke dalam ruang-ruang kelas di lingkungan Untag Surabaya.
Dalam kegiatan ziarah yang juga diikuti oleh jajaran struktural rektorat dan dosen MKU tersebut, Ghulam menekankan bahwa tantangan mahasiswa generasi Z (Gen-Z) saat ini sangat kompleks, mulai dari gempuran informasi global hingga ancaman krisis identitas nasional.
“Meneladani Bung Karno bukan berarti kita harus ikut memegang senjata, melainkan meniru keteguhan pemikiran, keberanian mengambil keputusan, serta dedikasi tanpa pamrihnya untuk bangsa,” urai Ghulam di sela-sela kegiatan nyekar.
Menurutnya, MKU-yang mengampu mata kuliah dasar seperti Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila, Patriotisme-adalah garda terdepan di kampus dalam membentengi moralitas mahasiswa. Pengalaman empiris melalui ziarah ke makam tokoh bangsa dinilai mampu memberikan getaran emosional yang kuat bagi para pengajar, sehingga metode penyampaian materi perkuliahan ke depan akan jauh lebih hidup, relevan, dan kontekstual.
Di bawah kepemimpinannya di unit MKU, Ghulam Maulana Ilman merancang serangkaian inovasi kurikulum yang berfokus pada pembentukan integritas. Metode pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mampu menganalisis dinamika sosial-politik kontemporer menggunakan kacamata nasionalisme.
Melalui momentum ziarah Blitar ini, Ghulam Maulana Ilman dan seluruh jajaran MKU Untag Surabaya bertekad untuk terus mencetak “Patriot Merah Putih”-yakni lulusan sarjana yang tidak hanya cerdas dan kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang bergetar demi kemajuan Nusantara. Profil Akademisi Muda Penghidup Nasionalisme
Pria kelahiran Malang, 24 Mei ini, merupakan representasi akademisi generasi baru yang progresif namun tetap memegang teguh akar sejarah bangsa. Rekam jejak akademiknya mencerminkan spesialisasi yang kuat dalam bidang tata kelola dan kebijakan.
Pak Ghulam-sapaan akrabnya-melihat bahwa pendidikan kewarganegaraan dan karakter tidak boleh diajarkan secara kaku atau sekadar hafalan tekstual.
Sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Ghulam tidak hanya berdiri di belakang podium kelas. Melalui Google Scholar dan portofolio risetnya, ia aktif mempublikasikan berbagai karya ilmiah yang berfokus pada kebijakan pariwisata, tata kelola pemerintahan, hingga analisis dampak regulasi terhadap masyarakat kecil. Dedikasi risetnya ini bertujuan memastikan bahwa setiap teori administrasi yang ia ajarkan memiliki aplikasi nyata di lapangan. [why]


