33 C
Sidoarjo
Friday, October 2, 2026
spot_img

​Jawab Tantangan Efisiensi, Sampah, Energi hingga PAD, Pemkab Nganjuk Akselerasikan PTLSA dan BLUD​

Kepala Dinas LH Pemkab Nganjuk, Sujito.

Pemkab Nganjuk, Bhirawa.– Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dalam mengawal proyek nasional Waste-to-Energy (WTE) / PTLSa tidak hanya sekadar menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi jawaban konkrit atas empat tantangan strategis daerah: efisiensi anggaran, penanganan sampah, penyediaan energi bersih, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Memasuki akhir September 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk bersama tim ahli resmi melancarkan pengujian geoteknik tanah dan pengeboran inti (core drilling) di calon lokasi tapak utama, TPA Kedungdowo. Langkah ini dilakukan guna mengejar target Ground Breaking nasional pada November 2026.

​Kepala DLH Kabupaten Nganjuk, Sujito, mengungkapkan rasa optimisnya atas lompatan progres ini. Nganjuk yang semula dipetakan pada Kategori Tahap 2 kini berhasil dipercepat masuk ke Kategori Tahap 1 nasional.

​”Alhamdulillah sudah ada kemajuan cukup bagus, yang semula Nganjuk masuk pada kategori Tahap 2, ada perubahan masuk Tahap 1. Dan kemarin kita sudah komunikasi dengan Pemda Jember untuk pembentukan BLUD. Semoga segera terselesaikan,” ujar Sujito mengonfirmasi perkembangan terkini.

​Mengenai penyiapan tapak lokasi fasilitas pengolahan persampahan tersebut, Sujito menambahkan bahwa Pemkab telah menyodorkan tiga opsi TPA potensial untuk diverifikasi.

Geoteknik tanah TPA Kedungdowo

“Lahan yang kita tawarkan ada tiga lokasi, yaitu TPA Kedungdowo, TPA Pandantoyo, dan TPA Bendil,” tambahnya.

​Solusi Komprehensif: Dari Cost Center Jadi Potensi PAD
​Penerapan teknologi PTLSa dan transformasi kelembagaan UPTD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menyasar empat aspek vital tata kelola daerah:
​Efisiensi Anggaran: Pengelolaan persampahan konvensional selama ini menyedot APBD yang sangat besar.

Berita Terkait :  DPU SDA Jatim Perkuat Infrastruktur dan Koordinasi untuk Mitigasi Kekeringan

Untuk biaya tenaga kebersihan saja, Pemkab Nganjuk harus mengalokasikan sekitar Rp 5 miliar per tahun, di luar beban operasional BBM, pemeliharaan rutin, serta suku cadang armada pengangkut. Melalui skema investasi PTLS dan fleksibilitas BLUD, beban APBD ini dapat ditekan secara signifikan.

​Penanganan Sampah Modern: Proyek PTLSa memproyeksikan pengolahan dan pengurangan volume sampah harian hingga 97%, mengakhiri penumpukan beban sampah hulu-hilir di TPA.
​Kemandirian Energi Bersih (Green Energy): Olahan sampah rumah tangga dikonversi menjadi energi listrik on-grid yang terintegrasi dengan jaringan PLN untuk mendukung bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).

​Peluang Penambahan PAD: Transformasi kelembagaan menjadi BLUD memberi fleksibilitas Pemkab Nganjuk untuk mengembangkan creative financing, seperti pemanfaatan produk sampingan (bottom ash/fly ash) serta potensi pendapatan jasa layanan tanpa terikat retribusi kaku.

PTLSA diyakini akan jawab permasalahan sampah, energi

​Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Kabupaten Nganjuk, Ari, menegaskan bahwa hasil tes tanah di TPA Kedungdowo (koordinat 7^\circ33’52.162”\text{S } 111^\circ55’0.224”\text{E}) merupakan komponen krusial penyusunan dokumen Feasibility Study (FS).

​”Pengujian geoteknik ini menjadi dasar penting dalam penyusunan FS PTLSA. Data ketahanan tanah sangat dibutuhkan investor dan tim ahli untuk menentukan desain struktur dan fasilitas insinerator WTE agar aman secara teknis serta memenuhi standar lingkungan,” jelas Ari.

​Dengan penetapan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ditargetkan tuntas pertengahan Oktober 2026, Kabupaten Nganjuk makin memperkokoh posisinya sebagai salah satu dari 6 daerah di Indonesia yang paling siap melaksanakan Ground Breaking fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. [end.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!