28.1 C
Sidoarjo
Sunday, September 13, 2026
spot_img

Investor China Gandeng Wiraraja, Pemprov Jatim Optimistis Industrialisasi Madura Bergerak


Pemprov, Bhirawa – Kerja sama investasi antara investor China dan KEK Wiraraja membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis Pulau Madura memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menggerakkan industralisasi di kawasan tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menilai, keberadaan kawasan industri di Madura penting untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan energi.

“Kami menantikan dengan sangatlah, Madura itu punya kawasan industri. Beberapa kali ini inisiasi juga ada,” ujar Adhy, Minggu (13/9).

Menurut dia, daerah kini berlomba-lomba mengembangkan KEK karena kawasan tersebut menawarkan berbagai insentif dari pemerintah pusat. Fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, Adhy mengakui, pengembangan kawasan industri di Madura masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait regulasi dan persoalan kultural kedaerahan.

“Jadi jika ada investor masuk harus disambut. Baru kali ini KEK Wiraraja masuk karena ternyata yang menjadi investor adalah orang Madura itu sendiri,” kata Adhy sembari tersenyum.

Adhy mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah bertemu dengan sejumlah investor asal China di Gedung Negara Grahadi, Jumat 11 September lalu. Pertemuan tersebut membahas rencana masuknya investasi ke kawasan industri Wiraraja Madura.

“Intinya ya sudah selesai, tinggal berproses untuk bisa masuk perencanaan beberapa investor yang masuk dari Cina di situ,” ujarnya.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan Wiraraja Madura Industrial Estate di Kabupaten Bangkalan. Investor asal China dan Uni Emirat Arab sebelumnya disebut telah menjajaki pengembangan fasilitas manufaktur di kawasan tersebut.

Berita Terkait :  Bengawan Solo Meluap, Sepuluh Desa di Bojonegoro Kebanjiran

Adhy memastikan, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan Bupati Bangkalan dan pihak pengelola kawasan agar proses investasi berjalan lancar. Ia juga menyebut belum ada persoalan berarti yang dapat menghambat rencana tersebut.

“Dan sampai saat ini saya selalu pegang Pak Bupati dan pihak pengelolaannya, sampai sekarang belum ada masalah ya,” jelasnya.

Terkait isu penolakan, Adhy mengatakan, pemerintah telah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat dan kepala daerah. Berdasarkan koordinasi tersebut, rencana pengembangan kawasan industri dinilai masih mendapat dukungan.

“Saya sudah koordinasi juga terkait dengan kalau masih ada isu-isu penolakan, saya kira dari beberapa tokoh dan bupati sendiri menyatakan ya tetap jalan, nggak ada masalah,” katanya.

Adhy menjelaskan, kerja sama antara pengelola Wiraraja dan investor China telah dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Tahap berikutnya adalah pengurusan perizinan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Untuk bisa beroperasi, pada Jumat lalu adalah MoU antara Wiraraja dengan investor dari China, yang tentu lanjut berproses untuk perizinan di DPMPTSP dan seterusnya,” ungkapnya.

Menurut Adhy, penyelesaian tahapan perizinan menjadi faktor penting agar investasi dapat segera masuk ke tahap pembangunan fisik. Pemerintah daerah diminta menjaga kepastian regulasi dan memberikan kemudahan bagi investor, tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat setempat.

Pengembangan kawasan industri ini juga diharapkan membuka lapangan kerja bagi warga Madura. Pemerintah Kabupaten Bangkalan sebelumnya menargetkan sekitar 70-80 persen tenaga kerja di kawasan industri berasal dari putra daerah, dengan dukungan pelatihan dan kerja sama bersama perguruan tinggi.

Berita Terkait :  Dinas PU Bina Marga Jatim Liburkan Proyek Jalan Selama Lebaran 2026

Pemprov Jatim optimistis proses persiapan dapat segera rampung. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan kawasan industri Wiraraja diperkirakan mulai menunjukkan progres pada tahun depan.

“Ya diperkirakan tahun depan sudah mulai progres pembangunannya,” ucap Adhy.

Masuknya investor China menjadi momentum penting bagi Madura untuk keluar dari ketergantungan terhadap sektor ekonomi tradisional dan transfer pemerintah pusat. Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan investasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan keterampilan, hingga tumbuhnya usaha lokal.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pengelola kawasan, masyarakat, dan investor, KEK Wiraraja diharapkan menjadi pintu masuk industrialisasi Madura sekaligus penggerak pemerataan ekonomi di Jawa Timur. [aya.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!