32.1 C
Sidoarjo
Wednesday, August 12, 2026
spot_img

Hingga Musim Tanam 2026, Stok Pupuk Aman dan Distribusi Lancar — KP3 Kota Mojokerto Lakukan Sidak

Kota Mojokerto, Bhirawa — Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Mojokerto, dipimpin langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi pupuk serta pestisida. Kegiatan ini guna memastikan ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus menjaga distribusi berjalan sesuai ketentuan, Rabu (12/8/2026).

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan hasil peninjauan di CV Syfa, Jalan Raya Blooto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon.

“Ketersediaan stok aman. Enggak ada masalah, aman semuanya,” kata Ning Ita usai melakukan peninjauan.

Ning Ita menjelaskan bahwa pengawasan pupuk dan pestisida dilakukan secara berkala dan berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor, melibatkan unsur Pemerintah Kota Mojokerto, Kejaksaan, serta Kepolisian.

“Kita ini kan tim, sinergi lintas sektor. Ada dari Pemkot Mojokerto, Kejaksaan, juga Kepolisian. Kami bersama-sama melakukan pengawasan ini secara berkala dan berkelanjutan dengan memantau secara langsung laporan bulanan,” jelas Ning Ita.

Selain memastikan ketersediaan stok, Pemkot Mojokerto juga terus melihat perkembangan penggunaan pupuk nonsubsidi sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ning Ita menyampaikan bahwa uji coba penggunaan pupuk dari Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) sebelumnya telah dilakukan di dua kecamatan di Kota Mojokerto, dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan produktivitas tanaman padi.

“Kalau pembuktian kan sudah kita lakukan di dua kecamatan dan hasilnya memang produktivitas petaninya meningkat untuk tanaman padi,” kata Ning Ita.

Berita Terkait :  Berhajilah Lewat Jalur Resmi, Jangan Tergoda Janji Manis Oknum Nakal

Ia juga menambahkan bahwa kondisi lahan di setiap wilayah tidak selalu sama, sehingga penggunaan pupuk tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik tanah dan kebutuhan tanaman masing-masing.

Sementara itu, pemilik CV Syfa, Mardiyah, mengatakan tokonya saat ini melayani kebutuhan pupuk sekitar 200 petani yang tergabung dalam sembilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Menurutnya, distribusi pupuk kepada petani selama ini berjalan lancar.

“Kalau stok tinggal satu ton, kami langsung order lagi. Besoknya sudah dikirim,” terang Mardiyah.

Untuk mekanisme pembelian, Mardiyah menerapkan pembayaran secara tunai. Dengan pola tersebut, pupuk yang tersedia dapat langsung disalurkan kepada petani sesuai kebutuhan.

Pengawasan KP3 tersebut sekaligus menjadi langkah nyata untuk memastikan rantai distribusi pupuk tetap berjalan lancar, ketersediaan stok terjaga, serta kebutuhan petani di Kota Mojokerto dapat terpenuhi hingga musim tanam 2026. [min.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!