28 C
Sidoarjo
Friday, April 24, 2026
spot_img

Harga Pangan di Kota Kediri Turun Usai Lebaran, Cabai Berpotensi Naik

Pemantauan harga pangan petugas DKPP Kota Kediri di Pasar Setono Betek pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kota Kediri, Bhirawa.
Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Kediri mulai turun setelah melonjak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Namun, komoditas cabai masih berpotensi mengalami kenaikan akibat faktor cuaca.

Hasil pemantauan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri (DKPP) di Pasar Setono Betek, menunjukkan pasokan bahan pokok relatif aman seiring menurunnya permintaan masyarakat setelah Lebaran.

Kepala DKPP Kota Kediri, Un Ahmad Nurdin, mengatakan sebagian besar harga kini dalam kondisi stabil.

“Ketersediaan pasokan aman dan harga mulai terkendali,” ujarnya, kemarin.

Berdasarkan data pemantauan per 26 Maret 2026, beras premium bertahan di Rp14.850 per kilogram dan beras medium Rp12.925. Gula pasir masih di Rp17.750, serta Minyakita Rp15.700. Sementara minyak goreng curah sedikit naik dari Rp19.800 menjadi Rp19.875.

Pada komoditas protein, harga daging sapi turun dari Rp122.917 menjadi Rp120.417 per kilogram, daging ayam ras dari Rp41.167 menjadi Rp40.667, sedangkan telur ayam ras tetap di Rp29.084. Penurunan juga terjadi pada bawang merah dari Rp40.500 menjadi Rp39.500 dan bawang putih bonggol dari Rp32.333 menjadi Rp32.000.

Penurunan cukup tajam terjadi pada kelompok cabai. Cabai merah besar turun dari Rp37.500 menjadi Rp36.333, cabai merah keriting dari Rp36.833 menjadi Rp29.833, dan cabai rawit merah dari Rp68.333 menjadi Rp60.500 per kilogram.

Berita Terkait :  Ketua KWI dan Ketua PGI Hadiri Perayaan Natal Bersama di Lingkungan Parlemen

Meski demikian, potensi kenaikan harga masih membayangi komoditas cabai. Faktor cuaca yang tidak menentu di daerah produsen dinilai dapat memicu serangan hama dan mengganggu produksi.

“Kalau ada gangguan produksi, terutama akibat cuaca, harga cabai bisa kembali naik,” kata Ahmad Nurdin.

Ia menegaskan, potensi fluktuasi tersebut tidak terjadi pada komoditas lain. Seiring berakhirnya momentum Lebaran, permintaan masyarakat cenderung melandai sehingga tekanan harga ikut menurun.

Pemerintah Kota Kediri mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Sejumlah langkah pengendalian juga dilakukan, mulai dari pemantauan harga harian, koordinasi pasokan, hingga operasi pasar bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri dan Tim Pengendali Inflasi Daerah.[van,nov.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!