30 C
Sidoarjo
Friday, April 24, 2026
spot_img

Pemkot Kediri Sidak Pupuk Subsidi, Stok Aman Meski Kuota Turun

Sidak pupuk subsidi tim gabungan Pemerintah Kota Kediri di sejumlah kios resmi, kemarin.

Pemkot Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) distribusi pupuk bersubsidi di sejumlah kios resmi untuk memastikan ketersediaan stok bagi petani tetap aman di tengah turunnya alokasi pupuk tahun ini.

Pengawasan dilakukan melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Disperdagin, DKPP, DLHKP, Dinas Kesehatan, Dinkop UMTK, Pupuk Indonesia, Kejaksaan Negeri, dan Polres Kediri Kota.

Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, sidak dilakukan guna memeriksa kelancaran distribusi pupuk subsidi dari produsen hingga kios pengecer, sekaligus mencegah penyimpangan penyaluran maupun harga di lapangan.

“Dua kios yang kami datangi stoknya masih ada, distribusi lancar. Sampai sekarang belum ada keluhan signifikan dari petani,” kata Ridwan, kemarin.

Selain stok, tim juga memeriksa harga jual pupuk subsidi. Hasilnya, harga di kios masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ridwan menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kota Kediri pada 2026 turun dari 2.712 ton menjadi 1.983 ton. Namun, penurunan kuota itu diikuti kebijakan penurunan harga pupuk subsidi yang berlaku sejak 22 Oktober 2025.

Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840, NPK Kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640, ZA dari Rp1.700 menjadi Rp1.360, dan pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

Berita Terkait :  Panggung Bhineka dan Gemilang Perkuat Nasionalisme-Kemajuan UMKM Kabupaten Lamongan

“Menyikapi penurunan alokasi ini, kami mendorong petani memanfaatkan sumber daya lokal agar tidak bergantung penuh pada pupuk kimia. Pengelolaan kadar keasaman tanah juga penting supaya penyerapan pupuk lebih maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, petani yang sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK kini bisa membeli pupuk subsidi langsung ke kios resmi selama kuota masih tersedia, tanpa harus melalui kelompok tani.

Pemkot Kediri berencana melakukan pengawasan distribusi pupuk secara berkala setiap tiga bulan, atau sewaktu-waktu jika ditemukan persoalan di lapangan.

“Fokus kami memastikan petani bisa tetap berproduksi dengan tenang tanpa terkendala sarana prasarana, termasuk menghadapi potensi El Nino pertengahan tahun nanti,” tandas Ridwan.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!