30 C
Sidoarjo
Friday, April 24, 2026
spot_img

Plt Wali Kota Batu Dorong Sinergitas Pengelolaan Sumber Daya Air

Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat menghadiri Rembuk Ekologi terkait pelestarian sumber daya air, kemarin.(Anas/Bhirawa)

Pemkot Batu,Bhirawa.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dengan kearifan lokal dalam mengelola sumber daya air. Karena itu ia mendorong digitalisasi literasi ekologi dengan mentransformasikan karya-karya ilmiah melalui Perpustakaan Kota Batu.

“Dengan transormasi ini maka literasi ekologi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Heli saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).

Ia menjelaskan bahwa masalah air bukan sekadar masalah teknis. Tetapi lebih dari itu masalah air juga mencakup masa depan kehidupan warga Kota Batu.

“Karena itu dibutuhkan aksi nyata yang terintegrasi antara pemangku kebijakan, akademisi, dan masyarakat desa,” jelas Heli.

Untuk itu ia mengapresiasi kepada para pakar dari pihak akademisi yang telah memberikan landasan ilmiah bagi pelestarian lingkungan di Kota Batu. Para pakar tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan juga Universitas Islam Malang (Unisma).

Menurut mereka setiap tetes yang ada dalam sumber daya air di Kota Batu menjadi pertaruhan antara hidup dan kehidupan. Filosofi mendalam ini telah menjadi ruh dalam acara Rembuk Ekologi yang telah digelar di Balai Dusun Cangar, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, beberapa waktu lalu.

Heli menegaskan bahwa dengan digelarnya Rembuk Ekologi ini telah menjadi media pertemuan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi lingkungan. Dan Pemkot Batu berkomitmen untuk ikut berperan dalam menjaga benteng alam di wilayah hulu.

Berita Terkait :  LKPj 2025 Diapresiasi, Tapi DPRD Jatim Ungkap Dana Rp2 Triliun Menganggur

Salah satu di antara bagian hulu tersebut berada Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Desa ini dikenal sebagai penyangga ketersediaan air bagi wilayah di bawahnya.

Dikatakan Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan bahwa pihaknya telah menggelar Festival Mata Air yang kali ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga. Dan kegiatan ini secara konsisten menjadi ruang diskusi dan aksi bagi para pengelola Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) dan masyarakat adat.

“Bulukerto berada di ketinggian yang membawa kesejukan, namun posisi ini juga membawa tanggung jawab besar sebagai benteng alam,” ujar Suhermawan.

Dan Festival Mata Air ini juga diikuti dengan gelar Rembuk Ekologi. Melalui kegiatan ini pihak Pemdes Bulukerto ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kelestarian mata air.

Apalagi, kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten dalam hal pelestarian air. Di antaranya, Kaprodi S2 Sosiologi UMM, Prof Rachmad Kristiono Dwi Susilo. Selain itu juga ada Dosen Ilmu Hukum Unisma M Fahrudin Andriansyah, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan.

Àdapun dari kelomook masyarakat melibatkan Hippam se-Kecamatan Bumiaji, dan juga Perhutani. Dengan pelibatan elemen masyarakat ini diharapkan bisa melahirkan rekomendasi strategis dalam perlindungan sumber mata air.

“Dengan perlindungan sumber mata air ini akan menjamin keberlangsungan hidup masyarakat Kota Batu di masa depan,” tandas Plt Wali Kota Batu. [nas.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!